#umkm#ekonomilampung

Saat Limbah Paralon Disulap Jadi Akuarium Bernilai Puluhan Juta Rupiah

( kata)
Saat Limbah Paralon Disulap Jadi Akuarium Bernilai Puluhan Juta Rupiah
Wandi (35), warga Bumi Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan (Lamsel) bisa menyulap paralon yang tak terpakai, botol bekas, dan bahan lainnya, menjadi akuarium hias bernilai hingga puluhan juta rupiah. Lampost.co/Febi


Kalianda (Lampost.co) -- Wandi (35), warga Bumi Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan (Lamsel) bisa menyulap paralon yang tak terpakai, botol bekas, dan bahan lainnya, menjadi akuarium hias. Bahkan, produk yang dikreasikan itu bisa bernilai hingga puluhan juta rupiah per unitnya.

Wandi menceritakan mulai menggeluti usaha mikro kecil menengah (UMKM) akuarium hias sejak usia 22 tahun. Kerajinan tangan tersebut tidak pernah menemui kendala bahkan cenderung selalu lancar dan banyak diminati masyarakat. 

"Hanya saja memang sulit mencari karyawan, karena tidak semua orang punya jiwa seni. Kalau l pemasaran dan pembuatan lancar, tapi saya kerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain. Makanya satu hari cuma dapat 1 aquarium hias ukuran besar," kata Wandi, Jumat, 26 Februari 2021.

Untuk memulai usaha tersebut, dia mengaku hanya bermodal Rp1,2 juta. Bisnis itu terus ditekuninya hingga terus berkembang. "Kalau punya modal usaha ini mungkin sudah besar. Usaha ini kekurangan modal dan karyawan yang punya jiwa seni," ujarnya.

Dia sangat berharap ada bantuan dari bank pemerintah dengan bunga kecil untuk memberi bantuan. "Kalau ada modal bisa lancar, ini saja saya modal pas-pasan pemasarannya sampai Palembang," jelasnya. 

Ketua Asosiasi Kesenian dan Kerajinan Lampung wilayah Natar, Nasarudin, menjelaskan UMKM harus diperhatikan mengingat perekonomian masyarakat akan sangat terbantu dari usaha rumahan seperti milik Wandi ini. 

"Di Natar ini lengkap UMKM nya, mulai dari keramik, sulam usus, kursi, kerajinan rotan, aquarium hias, dan masih banyak lainnya," katanya. 

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar