#omnibuslaw#ekonomi

RUU Omnibus Law Diserahkan ke DPR Pekan Depan

( kata)
RUU <i>Omnibus Law<i/> Diserahkan ke DPR Pekan Depan
RUU Omnibus Law Diserahkan ke DPR Pekan Depan. Foto: Medcom.id/Nia Deviyana

Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah memastikan rancangan undang-undang (RUU) omnibus law cipta lapangan kerja akan diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin pekan depan. Rencananya pemerintah akan merampungkan draf ini dalam dua hari ke depan.
 
"RUU omnibus law akan segera diserahkan ke DPR pada Senin depan. Sekarang proses finalisasi tengah dilakukan," kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat, 17 Januari 2020.
 
Ada 11 klaster yang akan dimasukkan dalam omnibus law ini, yakni penyederhanaan perizinan, persyaratan investasi, ketenagakerjaan, kemudahan, pemberdayaan, dan perlindungan UMKM. Kemudian kemudahan berusaha, dukungan riset dan inovasi, administrasi pemerintahan, pengenaan sanksi, pengadaan lahan, investasi dan proyek pemerintah, dan kawasan ekonomi.

"Subtansinya sudah jelas berdasarkan klaster-klaster sesuai arahan presiden. Tinggal untuk pasal-pasalnya masih perlu didalami lebih lanjut. RUU cipta lapangan kerja ada total 79 UU yang masuk dan 1.244 pasal," ujarnya.

Menurut Susiwijono, jumlah pengangguran saat ini 7,5 juta orang ditambah angkatan kerja sekitar dua juta orang. Selain itu, pemerintah ingin iklim usaha menjadi lebih baik sehingga minat investor menanamkan modalnya di Indonesia bisa meningkat.
 
Dia menambahkan setiap pertumbuhan ekonomi satu persen akan menyerap 400 ribu pekerja. Oleh karena itu, pemerintah berharap omnibus law mempermudah tercapainya target pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi.
 
"RUU omnibus law ini semata-semata untuk investasi. Jadi kesannya kasih karpet merah untuk asing, tidak begitu. Intinya pemerintah ingin menjaga pengusaha iklimnya kondusif, ekonomi tumbuh, tercipta lapangan kerja, dan bisa menyelesaikan orang yang butuh pekerjaan tadi," katanya.

Medcom



Berita Terkait



Komentar