#RUU#ciptaker

RUU Ciptaker Diusulkan Diubah Menjadi Kemudahan Berusaha dan Investasi

( kata)
RUU Ciptaker Diusulkan Diubah Menjadi Kemudahan Berusaha dan Investasi
Ilustrasi DPR. Medcom.id

Jakarta (Lampost.co) -- Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) mengusulkan nama Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) diganti. Sebab, sektor tenaga kerja tidak dominan dalam aturan sapu jagat tersebut.
 
"Memang dalam praktiknya kita lihat RUU ini terbangun di publik seolah-olah bahwa bicara cipta kerja, bicara nasib daripada buruh. Padahal ini adalah 11 klaster, hanya satu (bahas ketenagakerjaan) dari antara 11 klaster," kata Ketua Umum HIPPI Sarman Simanjorang dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Panja RUU Ciptaker di Jakarta, Senin, 27 April 2020.
 
Dia menilai tak heran buruh sangat keras menolak keberadaan aturan tersebut. Sebab, muncul pemahaman di publik bahwa RUU Ciptaker mengatur nasib pekerja.

 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

  • Happy
  • Inspire
  • Confuse
  • Sad


"Dalam kesempatan ini, kami mengusulkan supaya nama RUU ini diganti saja menjadi RUU Kemudahan Berusaha dan Berinvestasi," ungkap dia.
 
Diharapkan, perdebatan pembahasan RUU Ciptaker akan hilang setelah judulnya diganti. Sehingga, pembahasan bisa fokus pada upaya kepentingan usaha.
 
(Baca: Pembahasan Klaster Ketenagakerjaan Harus Cermat)
 
"Sehingga fokus, tidak diributkan oleh teman-teman serikat pekerja dan terbangun opini bahwa RUU ini untuk kepentingan dunia usaha secara garis beras. Itu jadi harapan kami," tutur dia.
 
Sarman menilai RUU Ciptaker sebagai sebuah upaya mereformasi perekonomian Indonesia. Sebab, kemudahan berusaha di Indonesia sangat jauh dibandingkan dengan negara lain di Asia.
 
"Kita tahu yang disampaikan investor yaitu regulasi, perizinan yang bertele-tele. Kadang ketika dapat karpet merah dari pemerintah pusat, kembali ke daerah, becek lagi di sana. Jadi ada ketidakjelasan dengan sistem kita," ujar dia.

Medcom



Berita Terkait



Komentar