#NARAPIDANA#BERITALAMPUNGTIMUR

Rutan Sukadana Rumahkan 15 Warga Binaan

( kata)
Rutan Sukadana Rumahkan 15 Warga Binaan
Dok Lampost.co


Sukadana (Lampost.co) -- Rumah Tahanan (Rutan) Sukadana Lampung Timur merumahkan (asimilasi) 15 warga binaan. Belasan warga binaan yang menjalani asimilasi itu dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan (Kasubsi Yanhan) Rutan Kelas II B Sukadana Rohdiono mengatakan, 15 warga binaan yang dipulangkan dari program asimilasi itu usai menjalani berbagai tahapan baik secara administrasi maupun tes urine dan dinyatakan negatif penggunaan narkoba. Warga binaan yang dipulangkan itu setelah menjalani setengah atau dua pertiga masa hukuman. 

Pemulangan tersebut mengacu kepada Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor: 24/2021 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Hukum dan HAM  Nomor:12/2020 tentang syarat dan tata cara pemberian asimilasi, pembebasan bersyarat,  cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat bagi narapidana  dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

“Mereka bukan dibebaskan begitu. Tapi  setelah melalui proses panjang baik secara administrasi dan tes urine bebas narkoba. Program  asimilasi ini berlaku seluruh tanah air yang mengacu pada Peraturan Menkum dan HAM,” ujar Rohdiono di ruang kerjanya, Selasa, 13 Juli 2021.

Baca juga : Rutan Sukadana Bebaskan 82 Narapidana dan Anak

Dia menjelaskan, pada program asimilasi  tersebut, tidak semua warga binaan dapat dirumahkan. Rohdiono menjelaskan warga binaan yang tak dapat menikmati program asimilasi itu adalah  napi yang terlibat kasus  narkoba dengan hukuman lebih 5 tahun, napi koruptor serta napi kasus pencabulan anak bawah umur.

Rohdiono berharap dengan dipulangkannya  15 warga binaan tersebut, dapat kembali berbaur dengan masyarakat dan tidak lagi mengulangi perbuatannya. Ia menambahkan, saat ini Rutan Kelas II B Sukadana menampung 444 orang, baik yang telah divonis maupun sedang menjalani proses sidang. Idealnya, rutan tersebut hanya menampung tak lebih dari 180 orang.
“Rutan ini sudah over kapasitas. Dengan adanya program asimilasi diharapkan dapat mengurangi jumlah penghuni,”kata dia.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar