#rusiaukraina#internasional

Rusia Hentikan Serangan Jika Ukraina Letakkan Senjata

( kata)
Rusia Hentikan Serangan Jika Ukraina Letakkan Senjata
Sisa kehancuran akibat serangan Rusia di sebuat pusat perbelanjaan Kremenchuk, Ukraina. Foto: AFP


Moskow (Lampost.co) -- Barat berjanji untuk meningkatkan pertahanan NATO dan mendukung Ukraina sampai akhir ketika Moskow menuntut penyerahan Kiev. Di saat bersamaan, Rusia desak Ukraina letakan senjata. 

Ketika para pemimpin NATO berkumpul di Madrid untuk pertemuan puncak, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan, Finlandia dan Swedia akan secara resmi diundang untuk bergabung dengan NATO setelah Turki mencabut larangannya atas tawaran mereka.

Sementara pada KTT G7, para pemimpin sepakat untuk menjatuhkan sanksi baru yang menargetkan industri pertahanan Moskow. Selain juga menaikkan tarif dan melarang impor emas dari negara itu.

Baca juga: Kota Severodonetsk Ukraina Sepenuhnya Dikuasai Rusia

Kementerian Keuangan AS mengatakan, langkah-langkah itu menyerang jantung kemampuan Rusia untuk mengembangkan dan menyebarkan senjata dan teknologi yang digunakan untuk perang agresi brutal Vladimir Putin melawan Ukraina.

Pihak Kemenku AS mengatakan, serangkaian sanksi baru menargetkan Rostec, konglomerat pertahanan terbesar Rusia, serta unit dan perwira militer yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia di Ukraina. 

Kremlin Putin tidak terpengaruh sanksi, memperingatkan satu-satunya pilihan pasukan Ukraina dengan meletakkan senjata mereka. 

"Pihak Ukraina dapat menghentikan segalanya sebelum akhir hari ini," kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, seperti dikutip AFP, Rabu 29 Juni 2022.

"Perintah agar unit nasionalis meletakkan senjata mereka diperlukan,” ucapnya, seraya menambahkan Kiev harus memenuhi daftar tuntutan Moskow.

Rusia mengklaim serangan rudalnya ditujukan ke gudang senjata -- tetapi tidak ada warga sipil yang berbicara dengan AFP yang mengetahui adanya toko senjata di lingkungan itu. Dan, di luar Rusia, pembantaian terakhir hanya memicu kemarahan Ukraina dan solidaritas Barat. 

 

 

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar