#rusiaukraina#internasional

Rusia Berpotensi Gagal Bayar Utang untuk Pertama Kali

( kata)
Rusia Berpotensi Gagal Bayar Utang untuk Pertama Kali
Bendera Rusia. AFP


Moskow (Lampost.co) -- Rusia mengatakan dua dari pembayaran utangnya diblokir untuk mencapai kreditur yang imbasnya mendorong negara itu lebih dekat ke gagal bayar pertama kalinya dalam satu abad. Hal itu dikarenakan pengenaan sanksi atas serangan Moskow terhadap Ukraina.

Pengumuman itu datang pada hari ke-124 intervensi militer Rusia di Ukraina. Dengan sanksi Barat sejauh ini gagal memaksa Kremlin untuk mengubah arahnya. Hukuman ekonomi Barat sebagian besar memutuskan negara itu dari sistem keuangan internasional, sehingga sulit bagi Moskow untuk membayar utangnya. 

Pihak berwenang Rusia bersikeras mereka memiliki dana untuk membayar utang negara itu dan menyebut kesulitan tersebut sebagai lelucon. Negara yang dipimpin Vladimir Putin ini menuduh Barat berusaha mendorong Moskow ke default secara artifisial.

"Tidak ada alasan untuk menyebut situasi ini sebagai default. Klaim mereka tentang default ini benar-benar salah," kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, setelah batas waktu pembayaran utama berakhir pada Minggu waktu setempat, dilansir dari Channel News Asia, Minggu 3 Juli 2022.

Ia menambahkan, Rusia melunasi utang pada Mei. Rusia kehilangan jalan terakhir untuk melayani pinjaman mata uang asing setelah Amerika Serikat (AS) menghapus pengecualian bulan lalu yang memungkinkan investor AS untuk menerima pembayaran Moskow. 

Masa tenggang 30 hari untuk pembayaran bunga sebesar USD100 juta berakhir pada Minggu malam waktu setempat, yang sebagian besar harus dibayar dalam mata uang asing. Rusia berusaha untuk melakukan pembayaran, tetapi Kementerian Keuangan mengatakan uang itu belum ditransfer ke kreditur.

"Sistem penyelesaian dan kliring internasional menerima dana secara penuh di muka tetapi pembayaran tidak ditransfer ke penerima akhir karena tindakan pihak ketiga. Tindakan perantara keuangan asing berada di luar kendali Kementerian Keuangan Rusia," kata Kementerian Keuangan Rusia.

Sementara itu, beberapa ahli mengabaikan acara tersebut sebagai default teknis, yang lain mengatakan itu akan memiliki konsekuensi yang luas. "Default ini penting karena akan berdampak pada peringkat Rusia, akses pasar, dan biaya pembiayaan untuk tahun-tahun mendatang," kata Ahli Strategi Pasar Negara Berkembang BlueBay Asset Management Timothy Ash.

"Dan itu berarti investasi yang lebih rendah, pertumbuhan yang lebih rendah, standar hidup yang lebih rendah, modal dan pelarian manusia (brain drain), dan lingkaran setan penurunan bagi ekonomi Rusia," pungkasnya.

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar