#Kurs

Rupiah Tumbang ke Posisi Rp14.315/USD

( kata)
Rupiah Tumbang ke Posisi Rp14.315/USD
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO


Jakarta (Lampost.co) -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi terpantau melemah ketimbang hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.266 per USD. Mata uang Garuda kesulitan meredam keperkasaan mata uang Paman Sam yang mendapat katalis positif dari kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).

Mengutip Bloomberg, Jumat, 5 Maret 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke posisi Rp14.315 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.280 hingga Rp14.322 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.134 per USD.

Sementara itu, dolar Amerika Serikat melonjak ke level tertinggi tiga bulan pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Kondisi itu terjadi setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell gagal mengungkapkan kekhawatiran tentang aksi jual obligasi Pemerintah AS baru-baru ini seperti yang diharapkan para pedagang.

Powell mengesampingkan kekhawatiran bahwa kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS baru-baru ini mungkin menimbulkan masalah bagi the Fed ketika para investor mendorong kenaikan biaya pinjaman yang ingin dipertahankan bank sentral tetap rendah.

Sementara Powell mengatakan kenaikan itu 'luar biasa dan menarik perhatian saya', dia tidak menganggapnya sebagai gerakan 'tidak teratur', atau yang mendorong suku bunga jangka panjang begitu tinggi sehingga Fed mungkin harus mengintervensi pasar lebih kuat untuk menurunkannya, seperti dengan meningkatkan pembelian obligasi bulanannya.

"Beberapa investor mengharapkan Powell untuk setidaknya mengakui bahwa ada beberapa kekhawatiran tentang peningkatan imbal hasil, yang tidak dia lakukan," kata Minh Trang, pedagang valas senior di Silicon Valley Bank di Santa Clara, California.

"Secara keseluruhan pesannya tetap sama, yang pada dasarnya mereka akan mempertahankan kebijakan moneter yang lebih longgar sampai ekonomi menunjukkan kekuatan yang konsisten dan kita kembali lebih dekat ke pra-pandemi dalam hal inflasi dan pasar tenaga kerja," kata Trang.

Indeks dolar terakhir naik 0,53 persen menjadi 91,561, setelah mencapai setinggi 91,663, tertinggi sejak 1 Desember. Euro merosot 0,73 persen menjadi 1,1973 dolar AS, terendah sejak 5 Februari.

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan naik ke setinggi 1,555 persen tetapi bertahan di bawah level tertinggi satu tahun di 1,614 persen yang dicapai minggu lalu.

Winarko







Berita Terkait



Komentar