Rupiahdolar

Rupiah Pagi Menguat ke Rp14.105 per Dolar AS

( kata)
Rupiah Pagi Menguat ke Rp14.105 per Dolar AS
Rupiah menguat atas dolar. Foto: Ilustrasi


JAKARTA (Lampost.co) -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat pagi terlihat menguat tipis ketimbang hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.107 per dolar AS. Mata uang Garuda berhasil meredam keperkasaan mata uang Paman Sam di tengah lonjakan kasus covid-19 di Amerika Serikat.

Mengutip Bloomberg, Jumat, 18 Desember 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke level Rp14.105 per dolar AS. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.104 hingga Rp14.107 per dolar AS. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.914 per dolar AS.

Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat (AS) jatuh ke level terendah dalam lebih dari dua tahun terhadap rival utamanya pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Para investor terus mencermati perkembangan negosiasi bantuan tambahan fiskal terkait covid-19 yang mulai terlihat ada harapan.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,70 persen menjadi 89,8200 pada akhir perdagangan, sempat menembus level 90 untuk pertama kalinya sejak April 2018.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,2264 dibandingkan dengan USD1,2164 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3574 dibandingkan dengan USD1,3478 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7622 dibandingkan dengan USD0,7563.

Sedangkan dolar AS dibeli 103,10 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 103,61 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,8849 franc Swiss dibandingkan dengan 0,8871 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2727 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,2754 dolar Kanada.

Aset berisiko termasuk ekuitas menguat dengan rata-rata utama Wall Street ditutup pada rekor tertinggi baru pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Reaksi pasar muncul di tengah meningkatnya harapan untuk paket fiskal baru di Amerika Serikat dan berita positif tentang peluncuran vaksin virus korona.

Anggota parlemen Demokrat dan Republik AS telah membuat kemajuan dalam negosiasi putaran bantuan covid-19 berikutnya yang telah lama ditunggu-tunggu, dengan para pemimpin di kedua belah pihak mengumumkan kemajuan pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB).

Berita itu datang ketika infeksi covid-19 terus melonjak di seluruh Amerika Serikat. Ekonom, serta pejabat Federal Reserve, telah berulang kali berargumen bahwa lebih banyak bantuan fiskal diperlukan untuk mempertahankan pemulihan ekonomi, memperingatkan konsekuensi yang mengerikan jika dukungan fiskal lebih lanjut tidak tersedia tepat waktu.

"Meskipun kami memperkirakan saham akan mendapat manfaat lebih lanjut dari berita positif tentang peluncuran vaksin dan dukungan fiskal AS, hal yang sama tidak berlaku untuk dolar AS," kata Kepala Investasi UBS Global Wealth Management Mark Haefele.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar