Rupiahdolar

Rupiah Menguat Tipis di Pembukaan Perdagangan

( kata)
Rupiah Menguat Tipis di Pembukaan Perdagangan
Ilustrasi.Dok


JAKARTA (Lampost.co) -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu pagi tercatat menguat tipis ketimbang hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.120 per dolar AS. Mata uang Garuda kokoh di area positif dan sukses meredam keperkasaan mata uang Paman Sam meski arus modal terpantau terus keluar dari Tanah Air.

Mengutip Bloomberg, Rabu, 16 Desember 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke level Rp14.110 per dolar AS. Pagi ini nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.110 hingga Rp14.120 per dolar AS. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.918 per dolar AS.

Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat melemah pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Sebab, pelaku pasar melihat ada perkembangan mengenai tambahan stimulus fiskal terkait bantuan covid-19. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,26 persen menjadi 90,4750.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,2157 dari USD1,2146 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3429 dari USD1,3323 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7556 dari USD0,7543.

Sementara itu, dolar AS dibeli 103,69 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 104,06 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,8854 franc Swiss dibandingkan dengan 0,8869 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2696 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,2759 dolar Kanada.

Reaksi pasar muncul setelah kelompok bipartisan anggota parlemen AS pada Senin waktu setempat (Selasa WIB) meluncurkan paket bantuan covid-19 senilai 908 miliar dolar AS karena banyak orang Amerika akan kehilangan manfaat bantuan pandemi pada akhir tahun.

Proposal tersebut mencakup RUU yang menguraikan berbagai pengeluaran bantuan dengan total 748 miliar dolar AS dan bagian lain yang memberikan 160 miliar dolar AS kepada pemerintah negara bagian dan lokal dengan perlindungan tanggung jawab terkait covid-19.

Anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Republik telah menemui jalan buntu selama berbulan-bulan karena besarnya dan cakupan paket bantuan berikutnya. Tanpa paket bantuan baru, banyak orang Amerika akan segera kehilangan tunjangan pengangguran dan mulai menghadapi kesulitan seperti penggusuran dan penyitaan aset pada akhir tahun.

Penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins menunjukkan Amerika Serikat telah mendaftarkan lebih dari 16,6 juta kasus yang dikonfirmasi dengan kematian terkait mencapai 302.600 pada Selasa sore waktu setempat (Rabu WIB).

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar