#pakanternak#rumput

Rumput Juku-Q Baik buat Pakan Ternak Sapi

( kata)
Rumput Juku-Q Baik buat Pakan Ternak Sapi
Bupati Tubaba Umar Ahmad menyampaikan keberhasilan Tubaba dalam mengembangkan rumput untuk ternak kepada alumni Fakultas Ekonomi Unila saat reuni akbar di Tubaba, Kamis, 16 Januari 2020. Lampost.co/Merwan


Panaragan (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) akan meluncurkan Juku-Q untuk ditanam massal menjadi rumput pakan ternak sapi di wilayah setempat. Bibit rumput ini didatangkan dari Selandia Baru dan berhasil diuji coba di kabupaten setempat.

Rumput tersebut merupakan rumput jenis chikory yang telah diuji coba penanamannya di lokasi Islamic Center dan Tiyuh Gunungkatun dan Karta, Tulangbawangudik. Rumput ini mudah dikembangkan dan memiliki keunggulan  luar biasa dan mempunyai kandungan protein sangat tinggi yang sangat baik untuk penggemukan sapi.

"Dari hasil uji coba penanaman yang kami lakukan, rumput chicory ini sangat bagus untuk ternak sapi dan proteinnya lebih bagus dari rumput biasa. Rumput ini nanti akan kami luncurkan menjadi Juku-Q," ujar Bupati Umar Ahmad di hadapan Keluarga Besar Fakultas Ekonomi (KAFE) saat melakukan reuni akbar di Tubaba, Kamis, 16 Januari 2019.

Untuk meluncurkan penanaman rumput tersebut secara masal, pemkab sedang menunggu izin dari Kementerian Pertanian. "Kalau uji laboratorium, Juku-Q ini sangat bagus untuk ternak karena proteinnya banyak. Makanya, rumput ini akan kami kembangkan keluar kabupaten dan provinsi. Tentunya setelah izin dari kementerian keluar," kata Bupati.

Dia menjelaskan pengembangan bibit Juku-Q tersebut selain melibatkan pemerintah kabupaten dan provinsi juga menyertakan akademisi dan perusahaan peternakan dari Selandia Baru. "Rumput ini ditanam 40 hari sudah panen. Panen kedua sampai 10 kali berjarak 20 hari. Rumput ini bibitnya dari Selandia Baru," ujarnya.

Kadis Peternakan Nazarudin menambahkan untuk menanam rumput tersebut tidak jauh berbeda dengan menanam rumput ternak lainnya. Rumput ini cepat berkembang dan perawatannya mudah bisa ditanam di rawa kering.

"Dalam satu hektare hasil rumputnya bisa mencapai 50—60 ton. Ini bisa digunakan untuk 10 sapi lebih. Tetapi makan tambahan tetap dilakukan untuk mencapai berat sapi yang ideal," katanya.

Dari hasil uji coba yang dilakukan, ternak bunting dan sapi baru melahirkan juga sangat baik menggunakan rumput ini karena proteinnya banyak dan membuat sapi sehat dan gemuk. "Saat kami uji coba dengan sapi yang baru lahir juga sangat bagus karena bulunya terlihat bersih dan sehat. Begitu juga dengan sapi bunting," ujarnya.

Dalam pemberian pakan, kata Nazarudin, sapi dengan berat 300—350 kg mendapatkan asupan rumput sekitar 50 kg/hari. Rumput ini tentunya tetap harus mendapatkan makan tambahan seperti onggok dan makan vermentasi lainnya.

"Rumputnya bisa dimakankan langsung setelah panen. Dan juga bisa dijemur atau divermentasikan dulu," ujarnya.

Muharram Candra Lugina






Berita Terkait



Komentar