#Kebakaran#Bencana#Peristiwa

Rumah Produksi Tahu di Palas Ludes Terbakar

( kata)
Rumah Produksi Tahu di Palas Ludes Terbakar
Sejumlah warga Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, saat memadamkan api yang membakar rumah produksi tahu, Kamis, 14 November 2019. (Foto: Armansyah/Lampost.co)

Kalianda (Lampost.co) -- Rumah produksi tahu Fitriyanto (25) warga Dusun Kediri, Desa Sukamulya Kecamatan Palas, Lampung Selatan, ludes terbakar, Kamis, 14 November 2019. Insiden pukul 16.00 itu tidak menelan korban jiwa namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp40 juta.

Menurut keterangan Agus Sujoko salah satu pekerja, kebakaran itu bermula ketika minyak penggorengan tahu yang mendidih terkena air hujan hingga mengeluarkan buih dan menyambar api di tungku. Mengetahui itu, ia bersama rekannya berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air ke penggorengan.

"Karena api sudah mulai membesar, sontak kami siram dengan air. Tapi, bukannya padam, api justru makin membesar dan membakar dinding geribik dan atap bangunan," kata dia.

Melihat api membesar, kata dia, warga berdatangan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Api baru bisa dipadamkan setelah rumah produksi tahu roboh dan disiram menggunakan selang dari sumur bor warga setempat.

"Melihat api sudah membesar, kami minta tolong masyarakat sekitar. Api berhasil dipadam sekitar setengah jam kemudian dengan air dari rumah warga," kata dia.

Sementara itu, Fitriyanto mengaku kebakaran rumah produksi tahu dengan ukuran 6x9 meter miliknya itu tidak ada menelan korban jiwa. Namun, kerugian materiil yang dialaminya diperkirakan mencapai Rp40 juta.

"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Namun, seluruh barang, seperti mesin disel pencetak tahu dan alat lainnya di dalam rumah produksi ludes terbakar. Tidak ada yang bisa diselamatkan," kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamulya, Pujiadi mengatakan dengan perisitiwa tersebut, pihaknya berupaya melaporkan dan mengusulkan bantuan kepada Dinas Sosial Lamsel dan Pemadam Kebakaran Lamsel.

"Setelah memadamkan api bersama masyarakat, kami langsung melaporkan peristiwa itu ke Camat Palas dan Uspika Palas. Kemudian, kami akan mengusulkan bantuan ke Kabupaten," kata dia.

 

Abdul Gafur

Berita Terkait

Komentar