#rsudam#ambulance#bandarlampung#beritalampung

RSUDAM Nonaktifkan Sopir Ambulance Sementara Waktu

( kata)
RSUDAM Nonaktifkan Sopir Ambulance Sementara Waktu
Kediaman rumah keluarga bayi yang meninggal di Abung Timur saat mendapat kunjungan dari pihak kecamatan. ( foto:lampost/fajar nofrita)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) menonaktifkan sopir ambulance bernama John Sinaga, yang sementara diduga meminta bayaran sebesar Rp2 juta rupiah ke Delvasari ketika jenazah anaknya hendak dipulangkan ke Lampung Utara.

Direktur RSUDAM Ali Subaidi mengklairifikasi pemberitaan tersebut.Pihaknya telah mengumpulkan seluruh sppir dan petugas pul ambulance untuk dimintai keterangan

"Semua kami kumpulkan. Namun sopir ambulans saat itu, Jhon Sinaga, tidak hadir sehingga info kongrit tentang permintaan uang Rp2 juta belum bisa diklarifikasi. Namun karena akar masalah dari mereka, maka mulai hari ini yang bersangkutan tidak diperkenankan membawa mobil jenazah. Kami terus mencari Jhon untuk klarifikasi masalah ini," kata Ali.
Selain itu, RSUDAM juga memberikan sanksi berupa pemindahan ke bagian lain ke perawat Dwi Hartono. Menurut Ali, dia seharusnya cek and ricek atas jenazah, namun tidak dilakukan. "Perawat harusnya mengecek dan memastikan jenazah naik ambulance. Itu tidak dia lakukan. Memang ada alasan yang disampaikan, tapi kami tidak bisa tolerir," kata Ali. 

Sementara, keluarga mengikhlaskan meninggalnya bayi Ny. Delvasari. Keluarga menilai fasilitas dan pelayanan Ruang Anak Alamanda Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek, lengkap dan mendapat pelayanan yang baik selama perawatan. Permasalahannya hanya di ambulance.

"Putri saya dilayani dan dirawat sampai operasi. Tidak ada niat untuk nuntut ini nuntut itu. Tidak ada omongan rumah sakit nggak ngurusin, diurusin kok. Di rumah sakit hanya permasalahan BPJS-nya nama lain. Keluarga ikhlas, memang ini sudah musibah. Segitu umurnya mau diapakan," kata Delvasari di kediamanannya Gedung Nyapah, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara, Kamis (21/9/2017). 

Pihak keluarga juga berterima kasih atas kepedulian Gubernur M. Ridho Ficardo yang mengutus tim ke rumah duka dan menyampaikan santunan. "Saya yang terkena musibah mengucapkan banyak terima kasih sama Bapak Gubernur. Semoga perhatian Gubernur ini dapat kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya," kata Delvasari.

Direktur Diklat dan SDM RSUDAM, Arief Effendi, menyampaikan duka mendalam Gubernur Lampung ke keluarga. "Siapa pun pasien baik itu BPJS atau umum tindakan pelayanannya sama. Kami tidak membeda-bedakan. RSUAM adalah tipe B, kami memang benteng terakhir sebagaimana perintah Bapak Gubernur, pasien berhenti (sembuh) di RSUDAM sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Lampung," kata Arief.

Pada kesempatan itu, Ibnu Nasir, Kepala Desa Gunung Nyapah mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Lampung. "Salam dari masyarakat untuk Pak Gubernur semoga pelayanan kesehatan masyarakat semakin ditingkatkan," kata Ibnu.

Asrul septian malik/Rilis



Berita Terkait



Komentar