#penelantaranpasien#layanankesehatan#beritalamsel

RSUD Bob Bazar Kalianda Diduga Telantarkan Pasien

( kata)
RSUD Bob Bazar Kalianda Diduga Telantarkan Pasien
Ilustrasi - Medcom.id.


Kalianda (Lampost.co): Rumah Sakit Umum Daerah Bob Bazar Kalianda diduga menelantarkan pasien yang hendak melahirkan dengan cara bedah sesar. 

Tejo, orang tua pasien mengaku kecewa dengan sikap dan tindakan tenaga medis di RSUD Bob Bazar Kalianda. Sebab, anaknya Dewi Visina Mitri ditolak untuk dilakukan operasi sesar, karena dituduh pasien tersebut terpapar covid-19.

Padahal, kata dia, posisi saat itu Dewi sudah sempat ditangani oleh petugas medis dan siap untuk dilakukan operasi sesar. Namun, dokternya justru menolak untuk mengoperasi anaknya.

"Katanya anak kami terpapar covid-19. Kami sudah menunjukan bukti hasil pemeriksaan yang menyatakan anak kami negatif (Covid-19) yang ditandatangani oleh pihak kesehatan. Apalagi masalahnya kok nolak," ujarnya, Senin, 11 Mei 2020.

Dia pun menjelaskan kronologi kejadiaan memalukan pihak RSUD Bob Bazar Kalianda itu. Kejadian bermula pada Kamis, 7 Mei 2020 sekitar pukul 23.00 WIB, korban mengalami tensi tinggi diumur kehamilan 40 minggu dan pasien sempat dirawat di ruang kebidanan RSUD tersebut. 

Kemudian, tambah Tejo, pada Jumat, 8 Mei sekitar pukul 05.00 WIB, pasien mendapat intruksi dari dokter kandungan karena induksi satu dan dua tidak ada kemajuan. Sehingga, dilakukan induksi lanjutan ke operasi sesar pada pukul 12.00 WIB. Namun, hingga pukul 14.00 WIB belum ada tindakan dengan alasan tidak ada dokter anastesi.

"Karena alasan itu, kami menghubungi Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda dan ditanggapi oleh direktur dengan menelepon dokter anastesi. Namun, dokter yang bersangkutan menolak, karena anak kami dikatakan terpapar covid-19," ungkapnya.

Tejo pun menambahkan, pada saat itu juga dirinya sempat dihubungi dokter anastesi. Dokter tersebut menyatakan bila dirinya ada di RSUD sejak pagi. Namun,  kini dirinya menolak untuk melakukan anastesi sesar anaknya. Alasannya sudah dalam perjalanan pulang ke Bandar Lampung.

"Karena anak saya sudah di induksi 2 kali. Tapi, tidak ada kemajuan dan sudah keluar cairan serta darah. Sehingga tidak bisa dilakukan tindakan oleh pihak RSUD Bob Bazar Kalianda. Maka, menyarankan agar pasien di rujuk ke RS Airan Raya, untuk tindakan lebih lanjut," tambah anggota Polres Lampung Selatan itu. 

Dia mengatakan demi keselamatan sang anak dan bayinya, akhirnya pasien dirujuk ke RS Airan Raya dan sekitar pukul 20.00 WIB dilakukan operasi sesar.

"Alhamdulillah, kondisi ibu dan anaknya saat ini lahir dengan selamat," katanya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar