covid-19lamsel

RSUD Bob Bazar Akui Tarik Biaya OPD Covid-19

( kata)
RSUD Bob Bazar Akui Tarik Biaya OPD Covid-19
Komisi II dan Komisi IV DPRD Lampung Selatan gelar hearng terkait penanganan covid - 19, Kamis, 11 Juni 2020. Foto. Lampost. co/Juwantoro

Kalianda (Lampost.co) -- Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda Media Apriliana mengakui pihaknya melakukan penarikan biaya terhadap pasien Orang Dalam Pantauan (ODP) meninggal dunia.

Hal ini diungkap dalam rapat dengar pendapat antara Pemkab Lampung Selatan dengan Komisi II dan Komisj IV DPRD Lampung Selatan, Kamis, 11 Juni 2020.

Media Aprilian beralasan, pasien ODP yang meninggal dunia tidak dapat dicover di BPJS sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 238 terkait usia pasien dibawah 60 tahun dan tidak disertai penyakit penyerta.

"Kita berpedoman pada PMK. Makanya kita sempat bingung. Jadi kami akui adanya penarikan biaya kepada pasien ODP tersebut," katanya.

Meski sempat kebingungan karena ada penarikan biaya lantaran sudah ramai menjadi konsumsi pemberitaan media, Apriliana pun sempat berkomunikasi dengan pihak Dinas Kesehatan Lampung Selatan dan baru Ia ketahui bila anggaran itu dapat diunduh/klaim di dinas terkait.

"Saya akui sempat ada miskomunikasi, ternyata klaim itu bisa diunduh di Dinas Kesehatan  karena disana ada anggarannya dari gugus tugas. Dan itu akan dikembalikan," jelas dia.

Disisi lain, Media Apriliana mengungkapkan  sejak tiga bulan terakhir pemasukan RSUD Bob Bazar Kalianda turun, karena jumlah pasien yang turun.

"Pokoknya dari Maret-Mei ada penurunan yang cukup drastis," ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, Salah satu penarikan biaya dilakukan kepada pasien ODP warga Gang Patriot, Kelurahan Kalianda, Kecamatan Kalianda, Rp6 juta dengan rincian biaya perawatan Rp1,9 juta dan meninggal Rp4,1 juta.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar