#RehabilitasiNarkoba#metro

RSUD Ahmad Yani Metro Layani Rehabilitasi Narkoba

( kata)
RSUD Ahmad Yani Metro Layani Rehabilitasi Narkoba
Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin bersama Kajari kota setempat saat meluncurkan Klinik Rehabilitasi di RSUD Ahmad Yani, Metro. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co)-- Kejaksaan Negeri (Kajari) Metro berkolaborasi dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Yani dalam melakukan perawatan bagi pecandu narkoba di Bumi Sai Wawai. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Metro, Virginia Hariztavianne mengatakan, dengan kolaborasi ini pihaknya yakin para pecandu narkoba akan lebih mudah untuk menjalani rehabilitasi. 

"Ini sangat membantu, karena sebelumnya kekurangan tempat. Untuk klinik di RSUD Ahmad Yani ini bisa menampung 15-20 orang perhari bagi yang ingin melakukan rawat jalan," kata dia, Kamis, 21 Juli 2022. 

Baca Juga : Kejari Pringsewu Miliki Tempat Rehabilitasi Narkoba

Dia menyebut, untuk para pemandu yang bisa melakukan rawat jalan diantaranya pengguna yang sudah di vonis oleh Pengadilan Negeri. 

"Jika sudah putuskan pengadilan maka akan kami eksekusi. Tapi kalau mereka belum putus maka belum belum bisa untuk direhabilitasi. Bagi yang ingin rehabilitasi tentu harus melalui BNN terlebih dahulu, ada yang namanya test asesmen terpadu (TST) setelah itu baru ditangani oleh tenaga medis," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUD Ahmad Yani, Fitri Agustina mengatakan, pihaknya telah menyiapkan fasilitas untuk menunjang klinik rawat inap pecandu narkoba. 

"Mulai dari ruang periksa dokter, asesment, perawat, komputer, dan ruangan santai sofa. RSUD ahmad yani bersiap untuk rujukan rehab narkoba. Tentu, SDM kami sudah memmumpuni, mulai dari dr spesialis jiwa, dr konselor, dan beberapa perawat terlatih," kata dia.

Pihaknya berharap para pecandu ataupun pemakai untuk mau rehabilitasi Narkoba di klinik tersebut. 

"Tentu, kalau target sebanyak-banyaknya. Ini kan untuk mengurangi angka ketergantungan narkoba. Harapannya mereka bisa cepat sembuh, jangan takut untuk melapor dan melakukan rehabilitasi," ujarnya. 

Dian Wahyu K






Berita Terkait



Komentar