#DBD

RSU Liwa Rawat 11 Pasien DBD Selama Juni

( kata)
RSU Liwa Rawat 11 Pasien DBD Selama Juni
Ilustrasi Medcom.id


Liwa (Lampost.co) -- Rumah Sakit Alimuddin Umar Liwa merawat sebanyak 11 pasien demam berdarah dengue (DBD) selama Juni 2022. Dari jumlah itu, sembilan di antaranya warga Lambar, dan dua lainya berasal dari Krui (Pesisir Barat), dan OKU (Sumsel).


Direktur RSU Alimuddin Umar Liwa, dr Iman Hendarman mengatakan, sejak memasuki Juni sudah ada 11 pasien positif kasus DBD yang dirawat di rumah sakit Liwa.

Dari 11 itu, sembilan diantaranya merupakan warga Lambar. Sedangkan dua pasien lainya masing-masing dari Krui dan OKU. Semua pasien itu merupakan pasien rujukan dari Puskesmas.

"Saat ini tinggal satu pasien lagi yang masih dirawat yaitu pasien asal Krui. Sementara yang lainnya sudah pulang," kata dia, Selasa, 21 Juni 2022.

Ke-9 pasien warga Lambar yang positif DBD itu berasal dari Sukau dan Liwa masing-masing 4 kasus dan Batuketulis 1 kasus. Pasien DBD asal Lambar yang terakhir dirawat yaitu terjadi pada pekan lalu. Sembilan pasien DBD itu terhitung sejak awal Januari sampai 21 Juni ini.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Lambar, Ira Permata Sari mendampingi Kadiskes dr Widyatmoko Kurniawan mengaku pihaknya baru menerima laporan dari rumah sakit tentang adanya sejumlah kasus baru pasien positif DBD yang telah dirawat.

Terkait hal itu, pihaknya akan segera croscek dan pelacakan ke lokasi asal pasien untuk melakukan penyelidikan epidemiogi.

"Soal laporan ini kami akan segera croscek untuk melakukan penyelidikan epidemiologi ke sekeliling rumah dengan radius 150-200 meter atau sekitar 20 rumah dari rumah yang dinyatakan positif DBD itu," kata Ira.

Pihaknya melalui Puskesmas akan melakukan pengasapan jika menemukan ada jentik nyamuk penyebab DBD.

Untuk kasus DBD yang di Tanjungraya (Sukau) pada awal Juni lalu telah dilakukan pengasapan oleh Puskesmas Buaynyerupa. Pengasapan itu dilakukan karena dalam dua minggu telah ditemukan adanya penambahan kasus di Pekon Tanjungraya tersebut.

Untuk mengantisipasi adanya kenaikan kasus pihaknya meningkatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk melalui imbauan penerapan 3M dan pola hidup bersih dan sehat bagi masyarakat. Imbauan itu dikarenakan munculnya nyamuk penyebab DBD itu adalah karena lingkungan kurang bersih yang menjadi tempat nyamuk berkembang.

"Kasus DBD pada Juni ini sementara terjadi peningkatan dibanding dengan Mei lalu sebanyak 6 kasus. Namun untuk laporan resminya baru akan disampaikan awal Juli mendatang," ungkapnya.

Winarko








Berita Terkait



Komentar