lingkunganlampungutara

RSMI Bukit Kemuning Dinilai Salahi Aturan

( kata)
RSMI Bukit Kemuning Dinilai Salahi Aturan
Ilustrasi - Medcom.id.

Kotabumi (Lampost.co): Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung menilai ada unsur pidana yang dilanggar oleh Rumah Sakit Medika Isani (RSMI) Bukit Kemuning. Pasalnya, ditemukan sejumlah masalah terkait izin lingkungan dan pendirian rumah sakit yang berimbas pada warga maupun lingkungan sekitarnya.

"Kalau izinya diperpanjang setelah masa berlakunya habis, berarti disini ada dua indikasi terjadi. Pertama Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan tidak melakukan kerja pengawasan sebagaimana mestinya. Kedua, pihak rumah sakit tidak ada upaya patuh administrasi," kata Direktur Utama Walhi Lampung, Irfan Tri Musri kepada Lampost.co, Sabtu, 29 Mei 2020.

Menurutnya, hal demikian terjadi karena ada keteledoran yang berimbas pada pelanggaran di lapangan. Baik itu pemerintah daerah maupun pengelola rumah sakit. Sehingga terjadi berbagai permasalahan yang mencuat ke permukaan, bahkan penolakan dari masyarakat. 

"Ini sudah masuk kepada ranah pidana, karena perpanjangan dilakukan saat masa berlaku izin lingkungannya habis. Selain itu disini ada indikasi rumah sakit tidak memiliki IPAL, dan masuk pada kejadian luar biasa. Dan bilamana itu betul (izin) tak ada, harus ada sanksi tegas dari pemerintah," terangnya.

Apalagi, lanjutnya, itu adalah rumah sakit terhitung baru seumur jagung. Sehingga membutuhkan persyaratan yang harus dilengkapi, khususnya izin lingkungan dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

"Kalau memang rumah sakit itu baru kan seharusnya belum dapat beroperasi bila izin lingkungannya belum ada," kata dia.

Senada dikatakan oleh praktisi hukum, Sodri Helmi. Sebab, menurutnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor. 18/1999 yang mengatur tentang standar baku diisyarakatkan agar setiap rumah sakit memiliki tempat pengelolaan limbah. Dan disana (RSMI Bukit Kemuning) terjadi permasalah dalam pembuangannya.

"Merujuk pada peraturan pemerintah diatas, seharusnya tidak kejadian itu. Apalagi berasal dari rumah sakit," tambahnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar