#RSJD#Lampung#RumahSakit#Jiwa#Hari#Kejiwaan#Dunia

RSJD Lampung Gelar Sosialisasi Pada Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

( kata)
RSJD Lampung Gelar Sosialisasi Pada Hari Kesehatan Jiwa Sedunia
RSJD Lampung saat gelar sosialisasi dijalan tugu adipura, Rabu (10/10/2018). (Lampost/Deta Citrawan)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dalam rangka memeringati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 10 Oktober 2018, Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Provinsi Lampung menggelar sosialisasi yang dibarengi dengan tindakan turun ke jalan yang berlangsung di Tugu Adipura, Rabu (10/10/2018) sekitar pukul 10.00.

Kabag Humas RSJ Daerah Lampung David menjelaskan kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Kejiwaan Sedunia yang dilaksanakan RSJ Daerah setempat. Ia melanjutkan, rangkaian kegiatan dilaksanakan dari hari ini hingga seminggu kedepan.

"Kegiatan ini bentuknya rangkaian, jadi selain sosialisasi turun ke jalan dan melalui media, kita juga mulai besok akan kunjungan ke sekolah dan lapas anak untuk memberikan penyuluhan pentingnya menjaga kesehatan kejiwaan kepada anak-anak muda Lampung khususnya," ujarnya saat ditemui di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Rabu (10/10/2018).

Sementara itu, Psikiater Konsultan Anak dan Remaja RSJD Lampung, dr. Tendry Septa, menjelaskan bahwa kegiatan RSJD yang berhubungan dengan kesehatan jiwa remaja sudah dimulai sejak awal tahun. Kegiatan-kegitan tersebut meliputi sosialisasi dan penyuluhan di sekolah-sekolah.

"Contohnya kita ada program  peningkatan kemampuan guru BK terkait kesehatan jiwa siswa, hal ini untuk deteksi dini kemungkinan masalah kesehatan jiwa pada anak sekolah," jelasnya.  

Kemudian, pihaknya juga melakukan pengukuran di tingkat PAUD, sehingga sekolah bisa tahu dan bisa mendeteksi kemungkinan adanya  masalah kejiwaan pada siswanya. Lalu untuk tingkat SMA sederajat, diadakan sosialisasi dampak penggunaan internet dan media sosial (medsos). hal serupa juga akan diberlakukam di lapas anak apabila memungkinkan.

"Tren saat ini, masalah utama dari penggunaan medsos yang menyebabkan perubahan prilaku dan nilai-nilai pembelajaran, itu kita sosialisasikan bagaimana cara orang tua dan guru menghadapi penggunaan internet yang tidak pada tempatnya dan penggunaan napza oleh remaja, itu fokus kita di Provinsi Lampung," tutupnya.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh dr. Tendry Septa, selaku Psikiater Konsultan Anak & Remaja RSJD Lampung. Selain jajaran staff RSJD, diramaikan pula oleh puluhan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unila.

Deta Citrawan



Berita Terkait



Komentar