RSGrahaHusadapasiencovid-19

RS Graha Husada Jalani Prosedur Tangani Pasien Reaktif Covid-19

( kata)
RS Graha Husada Jalani Prosedur Tangani Pasien Reaktif Covid-19
Lampost.co/Asrul Septian Malik


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pasien berinisial AD (55) meninggal dunia saat dalam perawatan di RS Graha Husada. Warga Tanjungkarang Timur itu dinyatakan reaktif dalam hasil rapid testnya.

Adik pasien, RS (40), mengatakan kakaknya meninggal dalam kondisi suspek, sebelum hasil swab covid-19 keluar. Awalnya AD dibawa ke UGD Rumah Sakit Graha Husada pada 24 november 2020, karena menderita penyakit gula darah, kemudian dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif.

Pihak rumah sakit berencana langsung men-swab AD, tetapi pihak keluarga meminta waktu untuk berunding terlebih dahulu. Hingga terjadi kesepakatan antara keluarga pasien dan rumah sakit, akhirnya pasien diambil swab pada 26 november 2020.

"Sebelum ke rumah sakit dia dirawat di rumah selama hampir dua minggu. Kemudian dibawa ke RS dan masuk UGD. Lalu dua hari kemudian hasil rapidnya reaktif. Kemudian dikasih obat karena penyakit gula darah," kata RS.

Setelah di swab, pihak rumah sakit menyatakan hasil swab akan ke luar sekitar delapan hari ke depan. Namun, Hasil swab belum keluar, AD meninggal sekitar pukul 07.00, Senin, 30 november 2020.

"Baru tiga hari di swab meninggal dunia cuma hasilnya ada pembengkakan jantung diabetes dan paru. Swab belum keluar,"  ujar dia.

Dengan begitu, keluarga pasien pun hendak membawa pulang jenazah korban. Namun ditahan pihak rumah sakit karena hasil swab belum keluar, dan pihak rumah sakit berencana memakamkan jenazah sesuai protokol kesehatan.

Jika keluarga tetap membawa jenazah korban secara mandiri, tanpa SOP Covid-19, maka dikenakan biaya sebesar mencapi Rp22 juta.

Case Manager RS Graha Husada Zelta mengatakan, RS Graha Husada dan RS lainnya mempunyai kebijakan dari Kementerian Kesehatan. Seluruh pasien yang hendak rawat inap akan dilakukan rapid test.

Kemudian dari gejala klinis, pemeriksaan darah dan penunjang. Ketika pasien yang hendak dirawat inap, memenuhi kriteria seperti probable, confirm dan suspect, maka akan diarahkan ke kamar isolasi.

"Kami berikan informasi ke keluarga pasien, berdasarkan pemeriksaan, hasil lab, pemeriksaan penunjang, mengarah ke curiga covid, nanti ada pemeriksan dan tanda tangan, diisi pasien, bersedia dimasukan ke isolasi, dan penanganan sesuai protokol covid 19," katanya.
 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar