#pencemarannama#medsos

Roy Suryo Ogah Maafkan Dua Pegiat Media Sosial

( kata)
Roy Suryo Ogah Maafkan Dua Pegiat Media Sosial
Mantan Menpora Roy Suryo (tengah) memberikan keterangan usai diperiksa di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 7 Juni 2021. Foto: Medcom.id/Aria Triyudha


Jakarta (Lampost.co) -- Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo belum mau memaafkan dua pegiat media sosial Eko Kuntadhi (EK) dan Mazdjo Pray (MP). Pegiat media sosial itu dilaporkan dalam kasus dugaan penghinaan, pencemaran nama baik, dan fitnah beberapa waktu lalu.

 

"Tertutup pintu maaf kepada EK dan MP," kata kuasa hukum Roy, Pitra Romadoni, saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, 31 Juli 2021.

Pitra mengatakan Roy menyerahkan tindak lanjut proses hukum itu terhadap dirinya. Menurut Pitra, kedua terlapor belum layak dimaafkan.

Pitra memiliki sejumlah pertimbangan belum memaafkan kedua terlapor. Pertama, kedua terlapor menyebut nama kliennya sebanyak 33 kali. Kedua, menyebut nama kliennya sambil tertawa. Ketiga, terdapat dugaan body shaming terhadap kliennya.

"Sehingga, hal tersebut sangat tidak bisa saya toleransi sebagai penasihat hukum dan kami melihat selaku penasihat hukum ini mengandung unsur meansrea, yaitu adanya kesengajaan dalam hal membuat lelucon terhadap klien saya," ungkap Pitra.

Pitra menilai kasus Roy dan artis Lucky Alamsyah berbeda dengan dua pegiat media sosial itu. Lucky dianggap tidak terlalu menyerang Roy, sehingga wajar untuk dimaafkan.

"Yang bersangkutan (Lucky) juga istilahnya sadar akan perbuatannya membuat kegaduhan, sehingga dengan pertimbangan-pertimbangan itu kita musyawarahkan dan beliau juga telah meminta maaf," ujar Pitra.

Pitra mengatakan pihaknya tetap menghargai restorative justice yang diterbitkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Namun, diterima atau tidaknya perdamaian tergantung kliennya.

"Kalau saya mempertimbangkan kerterlaluan ya itu, kalau nanti dipertemukan harus ditolak," kata Pitra.

Roy Suryo melaporkan Eko Kuntadhi dan Mazdjo Pray ke Polda Metro Jaya pada 4 Juni 2021. Laporan Roy diterima polisi dengan nomor LP/B/2865/VI/2021/SPKT PMJ terkait penghinaan, fitnah, pencemaran nama baik, dan pemutarbalikkan fakta.

Roy menuding kedua pegiat sosial itu melanggar Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dan KUHP Pasal 310 dan 311. Eko dan Mazdjo dituding melakukan penghinaan, pencemaran nama baik, dan fitnah melalui akun YouTube mereka.

Keduanya mengunggah video selama 18 menit 8 detik pada 29 Mei 2021. Video tekait kasus kecelakaan yang dialami Roy Suryo dengan pesinetron Lucky Alamsyah belum lama ini. Video dianggap mengandung fitnah dan pemutarbalikkan fakta dari peristiwa sebenarnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar