#Perkebunan#VirusKorona

Rontoknya Harga Karet Percepat Alih Fungsi Lahan

( kata)
Rontoknya Harga Karet Percepat Alih Fungsi Lahan
Ilustrasi. FOTO: MI/BARY FATHAHILAH


Kotabumi (Lampost.co) -- Harga karet terus merosot beberapa tahun terakhir. Hal ini diperparah pandemi covid-19 di Indonesia. Diperkirakan akan terjadi percepatan alih fungsi komoditas lahan karet ke pertanian maupun perkebunan yang lebih menjanjikan di Kabupaten Lampung Utara.

"Merujuk data, luas baku lahan perkebunan karet di Lampung Utara dari tahun ke tahun terus tergerus. Penyebabnya, adalah harga getah karet yang tidak memenuhi harapan petani guna menopang penghidupan keluarga dan ini memaksa mereka beralih komoditas tanaman lain yang lebih menguntungkan," ujar Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lampung Utara, Rizani, Rabu, 15 April 2020.

Menurutnya kondisi di lapangan dari penuturan petani karet, harga menjadi alasan bagi mereka terpaksa beralih komoditas pertanian yang di nilai lebih menguntungkan seperti singkong maupun komoditas perkebunan lain yang harganya lebih stabil seperti kakao. Di tambah lagi terjadinya pandemik corona yang menyebabkan harga karet jatuh di angka Rp4 ribu/kilo.

"Di awal Januari 2020, harga getah karet mingguan sempat mengalami kenaikan dari Rp5.500,-/kg  naik menjadi Rp7 ribu/kg, Februari 2020, harga berangsur turun menjadi Rp6 ribu/kg, Maret harga kembali turun Rp5 ribu/kg dan April 2020 harga kembali jatuh di angka Rp4 ribu/kilo," kata dia.

Di singgung luas baku lahan karet, dia mengaku, merujuk data ada penurunan luas areal lahan dalam kurun waktu 2017 s/d 2018. Dengan rincian 2017, sekitar 35.403 hektar (ha) dan 2018 turun menjadi 30.779 ha.

"Untuk luas lahan karet di 2019, masih pada proses penghitungan dan saya berharap komoditas karet akan tetap menjadi produk unggulan untuk Kabupaten Lampung Utara," kata dia menambahkan.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar