FPIRizieqShihab

Rizieq Shihab Tolak Tandatangani Surat Penangkapan

( kata)
Rizieq Shihab Tolak Tandatangani Surat Penangkapan
Imam besar FPI Muhammad Rizieq Shihab usai menjalani persidangan pada 30 Oktober 2008. MI/Susanto


Jakarta (Lampost.co) -- Polisi membeberkan fakta baru dalam persidangan praperadilan Rizieq Shihab. Tersangka pelanggaran protokol kesehatan itu menolak menandatangani sejumlah dokumen terkait dirinya. 

 

"Pemohon (Rizieq) menolak menandatangani tanda terima surat perintah penangkapan, dan tanda terima berita acara penangkapan tersebut," kata salah satu Kuasa Hukum Polisi dalam persidangan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 5 Januari 2020.

Penolakan tanda tangan itu dilakukan Rizieq saat menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya pada 12 Desember 2020. Rizieq menyerahkan diri karena sudah dua kali mangkir saat dipanggil sebagai saksi.

Polisi menegaskan penetapan tersangka Rizieq sesuai aturan. Polisi sudah melakukan penyelidikan, penyidikan, dan gelar perkara sebelum menetapkan Rizieq sebagai tersangka.

"Dalam gelar perkara sependapat dengan penyidik untuk merekomendasi agar saudara Muhammad Rizieq Shihab dapat ditetapkan sebagai tersangka," ujar Kuasa Hukum Polisi.

Polisi tetap menahan Rizieq meski dia menolak menandatangani surat penangkapan. Hal itu diklaim tidak melanggar aturan.

Kuasa Hukum Rizieq, Alamsyah Hanafiah membenarkan hal itu. Mantan pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu menolak karena merasa tak bersalah.

"Memang betul, tanda tangan BAP enggak mau tanda tangan penahanan enggak mau. Kenapa dia enggak mau? Karena dia merasa tidak bersalah," ujar Alamsyah usai persidangan.
 

Winarko







Berita Terkait



Komentar