kasuskoronarizieqshihab

Rizieq Penuhi Panggilan Polisi Senin 14 Desember

( kata)
Rizieq Penuhi Panggilan Polisi Senin 14 Desember
Pimpinan FPI Rizieq Shihab. MI/Arya Manggala


Jakarta (Lampost.co): Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Sihab akan memenuhi panggilan pemeriksaan pada Senin, 14 Desember 2020. Rencana itu bahkan diklaim sudah disusun jauh hari, sebelum Rizieq bersama lima orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan.

"Kita rencananya Senin, 14 Desember 2020, datang bersama HRS (Rizieq) dan lima tersangka lainnya, sebelumnya kan hanya saksi untuk menjalani pemeriksaan, tetapi perkembangan, dinamikanya berubah," kata Sekretaris Bantuan Hukum Dewan Pengurus Pusat FPI Aziz Yanuar di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 11 Desember 2020.

Aziz mendatangi Polda Metro Jaya untuk menemui penyidik. Dia ingin mengambil surat panggilan pertama terhadap Rizieq dan lima orang lain sebagai tersangka.

"Jadi kita proaktif, sebelum dikirimkan kita datang dulu ke sini sekarang. Itu membuktikan kita di sini proaktif, untuk penegakan hukum," ujar Aziz.

Aziz memastikan kliennya taat hukum. Rizieq dan kelima tersangka lain bakal memenuhi panggilan sesuai jadwal yang ditentukan penyidik.

"Hari ini kita ambil suratnya, kalau suratnya dinyatakan misalnya jadwal pemeriksaannya Rabu, (16 Desember 2020) ya Rabu kita datang, tergantung surat ini yang kita mau ambil," tutur Aziz.

Kelima tersangka lain itu, yakni Ketua Pantia Akad Nikah, Haris Ubaidillah; Sektretaris Panitia, Ali Bin Alwi Alatas; Penanggung Jawab bidang Keamanan, Maman Suryadi; Penanggung Jawab Acara, Sobri Lubis; dan Kepala Seksi Acara, Idrus.

Akad nikah anak Rizieq dan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 14 November 2020 melanggar protokol kesehatan. Kegiatan itu ramai didatangi pengikut Rizieq. Banyak jemaah yang berkerumun, tidak menjaga jarak, dan berpotensi meningkatkan penyebaran covid-19.

Sejumlah peserta juga kedapatan tidak menggunakan masker. Banyak pula peserta acara menggunakan masker tak sesuai ketentuan, seperti digunakan di bawah dagu. Akibatnya, terjadi klaster baru penyebaran covid-19 di lokasi tersebut.

medcom







Berita Terkait



Komentar