#viruskorona#fpi#rizieqshihab#muhammadrizieqshihab#instruksimendagri

Ridwan Kamil: Keputusan Pemberhentian Harus Adil

( kata)
Ridwan Kamil: Keputusan Pemberhentian Harus Adil
Gubernur Jawa Barat Ridwan 'Emil' Kamil tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 20 November 2020. Istimewa


Jakarta (Lampost.co) -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengeluarkan instruksi mendagri terkait protokol kesehatan yang sanksi terberatnya adalah pemberhentian bagi kepala daerah yang melanggar. 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias Kang Emil menyerahkan keputusan tersebut pada aturan yang berlaku. Kang Emil sendiri tengah diperiksa terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada acara pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

"Pada dasarnya semua jabatan ini ada risikonya, tapi harus berasaskan adil," kata Emil di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 20 November 2020. 

Kang Emil menyebut pemberhentian kepala daerah biasanya terjadi bila kepala daerah melakukan tindakan tercela. Dia menilai kerumunan massa merupakan dinamika yang datang dari masyarakat. Sehingga, keputusan pemberhentian perlu ditimbang secara matang.

"Walaupun, bagi saya secara pribadi, yang namanya jabatan itu kan hanya sementara ya bukan segalanya," ujarnya.

Mantan Wali Kota Bandung itu menyebut jabatan hanya titipan. Allah memberikan kekuasaan dan Allah juga suatu hari mencabut kekuasaan itu. Dia mengaku siap dan akan mengikuti segala prosedur yang ada.

Mendagri mengeluarkan Instruksi Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Instruksi menegaskan sinergi antara Pemerintah Pusat dan daerah terkait penegakan protokol kesehatan.

"Diperlukan langkah-langkah cepat, tepat, fokus, dan terpadu antara Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah dalam menyikapi kebijakan yang telah terbit untuk ditaati guna mencegah penyebaran Covid-19 di daerah, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," dikutip dari Instruksi Mendagri Nomor 6 Tahun 2020, Kamis, 19 November 2020.

Surat yang dikeluarkan pada Rabu, 18 November 2020 itu ditujukan kepada gubernur, bupati/wali kota se-Indonesia. Surat menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas kabinet, 16 November 2020. Salah satu instruksi Jokowi yakni konsistensi menegakkan protokol kesehatan Covid-19 dan mengutamakan keselamatan rakyat.

Rizieq Shihab memberikan ceramah di salah satu masjid di Megamendung, Bogor. Ratusan massa datang berujung kerumunan. Kejadian tersebut diduga melanggar protokol kesehatan.

Medcom







Berita Terkait



Komentar