topanbadai

Ribuan Warga Filipina Dievakuasi Antisipasi Topan Terkuat 2020

( kata)
Ribuan Warga Filipina Dievakuasi Antisipasi Topan Terkuat 2020
Warga beraktivitas di tengah banjir di provinsi Oriental Mindoro, FIlipina pada 26 Oktober 2020. (AFP)


Manila (Lampost.co) -- Pemerintah Filipina memerintahkan evakuasi ke ribuan warga di bagian selatan pulau Luzon seiring mendekatnya badai kategori 5, disebut-sebut sebagai yang terkuat terkuat sepanjang tahun ini. Topan Goni, dengan kecepatan putaran angin hingga 214 kilometer per jam, diprediksi tiba di Filipina pada Minggu, 1 November.

 

Goni disebut sebagai topan terkuat 2020 setelah Filipina dilanda Haiyan yang menewaskan lebih dari 6.300 orang pada 2014.

Evakuasi sudah dimulai di wilayah pesisir dan area rentan tanah longsor di provinsi Camarines Norte dan Camarines Sur. Pemerintah provinsi Albay juga memerintahkan warganya di wilayah rentan bencana untuk segera mengungsi.

"Kekuatan topan ini tidak bisa dianggap remeh," kata Gremil Naz, seorang pejabat badan penanggulangan bencana di Filipina, dikutip dari laman New York Post pada Sabtu, 31 Oktober 2020.

Topan Molave pekan kemarin telah menewaskan 22 orang di Filipina, yang sebagian besarnya akibat tenggelam di beberapa provinsi selatan. Area yang telah diterjang Molave juga diprediksi akan dihantam Goni -- badai tropis ke-18 di Filipina sepanjang tahun ini.

Selain masalah badai, Filipina juga dipusingkan masalah pandemi virus korona (covid-19). Otoritas setempat harus memastikan pusat evakuasi menerapkan aturan menjaga jarak sosial (social distancing) untuk meredam penyebaran covid-19. Filipina merupakan negara dengan angka kasus dan kematian akibat covid-19 tertinggi di Asia Tenggara.

Sejauh ini sejumlah barang bantuan, peralatan berat, dan alat pelindung diri sudah disiagakan di beberapa area rawan bencana. "Tapi karena pandemi covid-19, dana untuk penanggulangan bencana kami tidak tersedia dalam jumlah yang cukup," kata Wali Kot Infanta, Filipina Grace America.

Menjelang kedatangan Goni, beberapa otoritas lokal di Filipina selatan menutup operasi pelabuhan dan melarang nelayan melaut.

Goni diprediksi akan membawa hujan deras di Manila dan 14 provinsi di sekitarnya pada Sabtu malam hingga Minggu besar. Kondisi ini dapat memicu terjadinya banjir dan juga tanah longsor.

Topan lainnya, Atsani, mulai menguat di luar Filipina. Pada setiap tahunnya, sekitar 20 topan biasanya menghantam Filipina.

Winarko







Berita Terkait



Komentar