#Lamteng#Loekman-Djoyosoemarto

Ribuan Wanita Tani Ikuti Gebyar Olahan Pangan

( kata)
Ribuan Wanita Tani Ikuti Gebyar Olahan Pangan
Ribuan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Lampung Tengah memadati Lapangan Kampung Pujodadi, Kecamatan Trimurjo, Rabu, 19 November 2019. (Foto: Wahyu/Lampost.co)

Gunung Sugih (Lampost.co) -- Ribuan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Lampung Tengah memadati Lapangan Kampung Pujodadi, Kecamatan Trimurjo, Rabu, 19 November 2019. Mereka hadir dalam acara Gebyar Olahan Pangan Sehat 2019 yang digelar Dinas Ketahanan Pangan.

Dalam acara itu perwakilan KWT dari 28 kecamatan unjuk kebolehan hasil olahan yang akan dinilai oleh para juri. Sebagai rangkaian acara itu, dilaksanakan pengukuhan pengurus Forum Komunikasi (FK) KWT periode 2019-2024.

Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto mengatakan kerjasama semua pihak, termasuk KWT bersama Pemkab Lamteng diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan di Lamteng. Khususnya di bidang ketahanan pangan, peningkatan gizi dan ekonomi keluarga.

"Kerjasama semua pihak, pemerintah, dinas terkait, KWT dan masyarakat luas diharapkan mampu segera mewujudkan Lamteng sebagai kabupaten yang hebat dan maju," kata Bupati.

Ketua Forum KWT Ny.Ellya Lusiana Loekman mengatakan belakangan ini perab wanita dalam pembangunan semakin meningkat. Hampir semua bidang pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan yang lain, melibatkan wanita bukan hanya sebagai obyek, tetapi subyek pembangunan.

Menurut Bupati, wanita tani tak hanya menjadi 'konco wingking' tetapi masuk dalam barisan terdepan membantu pembangunan. Ia mencontohkan, para anggota KWT membantu mencatatkan tetangga terdekat yang belum memiliki KTP atau KK agar mendapat pelayanan secara cuma-cuma dan segera.

Terkait agenda lomba olahan pangan, khususnya jenis among-among pincuk naning dan tumpeng, Ellya mengungkapkan hal itu sebagai bentuk motivasi bagi para KWT sekaligus pelestarian budaya peninggalan nenek moyang agar nilai-nilai di dalamnya tetap lestari.

"KWT terus semangat berkarya, dan pengurus forum segera bekerja dan bersama-sama membuat perubahan ke arah yang lebih baik," tandasnya.

Kadis Ketahanan Pangan Lamteng Jumali mengatakan, gebyar olahan pangan sehat dibuka dengan sarapan bersama dengan menu bubur kacang ijo hasil olahan KWT. Sedikitnya tiga ribuan porsi bubur habis dikonsumsi bersama.

Selanjutnya pengukuhan FK KWT dan dilanjutkan dengan penilaian lomba pincuk hasil olahan KWT perwakilan 28 kecamatan.

Menurut Jumali lomba ini bertujuan meningkatkan diversifikasi konsumsi masyarakat berbasis sumberdaya lokal. Kemudian meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Food Loss dan Food Waste. Selanjutnya melestarikan budaya lokal melalui inovasi teknologi sekaligus wahana promosi.

"Khusus untuk lomba, jurinya dari Ikatan Cheff Association (ICA), Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Juri Kehormatan," terang Jumali.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar