#bantuanbenih#beritalamsel#benihjagung#kedaluwarsa

Ribuan Ton Bantuan Benih Jagung Kedaluwarsa akan Diuji Balai Sertifikasi

( kata)
Ribuan Ton Bantuan Benih Jagung Kedaluwarsa akan Diuji Balai Sertifikasi
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images

KALIANDA (Lampost.co) -- Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPH-Bun) Kabupaten Lampung Selatan menyatakan bantuan benih jagung hibrida JF-18 telah kedaluwarsa akan diperiksa lebih dahulu oleh lembaga berkompeten yakni Balai Sertifikasi Benih (BSB).

"Jika, bantuan benih jagung tersebut tidak bagus. Maka, akan dikembalikan kepada pihak penyalur. Apalagi, sempat ada penolakan dari petani terhadap bantuan benih jagung itu," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala DTPH-Bun) Lamsel Noviar Akmal, saat dihubungi, Minggu, 22 September 2019.

Menurut dia, bantuan benih jagung tersebut dari pemerintah pusat. DTPH-Bun Lampung Selatan hanya terima barang saja. "Bahkan, yang mensuplay langsung adalah penyalurnya sebagai pemenang tender dipusat. Kami sendiri tidak tahu," katanya.

Sebelumnya, diberitakan Lampost.co, sebagian besar petani dari Kecamatan Ketapang dan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan menolak bantuan benih jagung dari masing-masing Unit Pelaksana Teknis pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura dua kecamatam tersebut.

Penolakan tersebut lantaran bantuan bukan varietas yang biasa ditanam petani, seperti Bisi 18, NK, Pioneer, maupun ADV. Selain tidak sesuai dengan Isian Calon Petani/ Calon Lahan (CPCL), benih bantuan dengan merek benih jagung hibrida JF-18 itu telah kedaluwarsa.

Juwantoro

Berita Terkait

Komentar