#KeluargadiPalas#ResikoStunting

Ribuan Keluarga di Palas Berpotensi Resiko Stunting

( kata)
Ribuan Keluarga di Palas Berpotensi Resiko Stunting
Ilustrasi Freepik


Kalianda (Lampost.co)-- Ribuan keluarga yang tersebar di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, memiliki potensi resiko kasus stunting. Potensi resiko tersebut didapatkan dari hasil pendataan keluarga 2021 (PK 21) yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada pertengahan 2021.

Koordinator Penyuluh Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kecamatan Palas, Sukaryadi mengatakan, dari jumlah sasaran verifikasi dan validasi melalui PK21 10.840 keluarga, ternyata ditemukan 5.217 keluarga beresiko stunting.

"Dari total 18.123 keluarga di Kecamatan Palas, setidaknya ada 28,78 persen atau lima ribu lebih beresiko stunting. Tapi, data ini bukan sudah pasti stunting, ya. Intinya data ini keluarga yang memiliki potensi resiko stunting," kata dia, Rabu 29 Juni 2022.

Sukaryadi mengatakan jumlah tersebut diperoleh karena ada beberapa indikator yang berpotensi resiko stunting, seperti rendahnya kualitas kesehatan lingkungan. Kemudian, faktor usia pernikahan, kehamilan, serta jumlah dan jarak anak.

Baca Juga : Rerie: Atasi Ancaman Stunting dengan Upaya yang Berkelanjutan dan Terukur

"Ada 10.840 keluarga yang menjadi sasaran pendataan. Mereka diverifikasi dan divalidasi dengan beberapa indikator seperti tidak memiliki sumber air minum dan jamban yang sehat. Kemudian, umur istri muda dan terlalu tua saat kehamilan serta jarak anak yang terlalu dekat dan terlalu banyak," kata dia.

Dia mengatakan desa yang memiliki potensi keluarga beresiko stunting tertinggi, yakni Desa Bangunan mencapai 446 keluarga. Kemudian, disusul Desa Mekarmulya 424 keluarga, Desa Bumirestu 420 keluarga dan Desa Bumidaya 415 keluarga.

"Sedangkan, untuk desa lainnya memiliki potensi resiko stunting dibawah angka 400 keluarga. Bahkan, jumlah keluarga yang paling rendah potensi beresiko stunting ads di Desa Bumiasri hanya 68 keluarga," kata dia.

Sementara itu, Camat Palas, Rosalina mengatakan untuk menekan angka tersebut pihaknya bersama lintas sektoral telah turun langsung ke setiap desa untuk membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat desa guna melakukan surveilans kepada sasaran keluarga beresiko stunting.

"Nanti tim TPPS akan turun kembali mendata dari hasil data ini. Kemudian, TPPS ini juga akan terus mendeteksi dini potensi resiko stunting sehingga kasus stunting bisa dicegah," kata dia.

Dian Wahyu K






Berita Terkait



Komentar