#panen#banjir

Ribuan Hektare Sawah di Lampung Gagal Panen akibat Banjir

( kata)
Ribuan Hektare Sawah di Lampung Gagal Panen akibat Banjir
Seorang petani di Jabung, Lamtim sedang memantau banjir di areal persawahan miliknya, Kamis, 18 November 2021. Lampost.co/Djoni Hartawan Djaya


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Areal persawahan seluas 3.134,25 hektare di delapan kabupaten di Provinsi Lampung gagal panen akibat banjir.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung, Ida Rachmawati mengaku telah mencatat dan memetakan luasan areal sawah yang gagal panen tersebut. 

"Itu yang terjadi selama Oktober 2021," kata dia, Minggu, 21 November 2021. 

Baca: Seribuan Ton Padi Siap Panen di Jabung Lamtim Raib akibat Banjir

 

Ia mengatakan, luasan lahan sawah yang tidak bisa dipanen (puso) terjadi di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) seluas 899 hektare, Lampung Tengah (250), Lampung Timur (1.683), Pesawaran (153,5), Pringsewu (110,25), Tanggamus (30,25), Tulangbawang Barat (1) dan Waykanan (7,25).

"Lampung Timur jadi wilayah yang mendomonasi dengan luas daerah banjir sebanyak 1.683 hektaer, sementara untuk daerah yang paling sedikit ada di Tulangbawang Barat," ujar dia. 

Meski begitu, Ida mengatakan, luas sawah yang terkena banjir namun tetap bisa dipanen lebih mendominasi dibandingkan wilayah sawah puso.

"Wilayah sawah yang masih bisa dipanen seluas 7.309,75 Ha, lebih luas dibandingkan sawah puso," kata dia. 

 Ia memaparkan, luasan sawah terkena banjir namun masih bisa dipanen itu tersebar di Lampung Selatan seluas 2.739,5 hektare, Lampung Tengah (465), Lampung Timur (3.192), Pesawaran (617,75), Pringsewu (141,25), Tanggamus (68,75), Tulangbawang Barat (4), dan Waykanan (81,5).

"Yang paling mendominasi adalah Lampung Timur seluas 3.192 hektare dan paling sedikit Tulangbawang Barat seluas 4 hektare," katanya.

Kendati mengalami gagal panen akibat banjir, namun produktivitas pertanian tetap meningkat. 

"Semula hanya 4,8 ton/herktare di 2020, menjadi 5 ton/hektare pada 2021," tutup dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar