#PerangDagang#Indonesia#VIetnam#WorldEconomicForum

RI Ajak Pemimpin Dunia Cegah Perang Dagang

( kata)
RI Ajak Pemimpin Dunia Cegah Perang Dagang
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato pada pembukaan World Economic Forum On ASEAN yang berlangsung di National Convention Center, Hanoi, Vietnam, RABU (12/9/2018) (AFP/Nhac Nguyen)

HANOI (Lampost.co) -- KONDISI perekonomian dunia saat ini sedang menuju perang yang tidak terbatas atau infinity war. Presiden Joko Widodo mengungkapkan hal itu pada World Economic Forum (WEF) on ASEAN di National Convention Center, Hanoi, Vietnam, kemarin.

Menyitir film Avengers: Infinity War dengan sosok bernama Thanos yang mengancam akan memusnahkan setengah populasi bumi, menurut Jokowi, dia dan sesama rekan ‘avengers’ lain siap mencegah hal tersebut terjadi.

“Thanos percaya sumber daya bumi terbatas. Kenyataannya sumber daya untuk manusia tidak terbatas. Teknologi menghasilkan efisiensi dan memberi kita kemampuan memperbanyak sumber daya. Ekonomi kita sekarang lebih ringan dalam berat dan volume fisik. Dalam 12 tahun terakhir, berat dan volume televisi, kamera, pemutar musik, buku, dan surat kabar tergantikan oleh ringannya ponsel pintar dan tablet,” kata Jokowi.

Di depan sejumlah pemimpin negara, Jokowi mengajak mereka bersama-sama mendorong peningkatan ekonomi bukan dari sumber daya alam, melainkan dari sumber daya manusia yang tidak terbatas.

“Kaum muda di Indonesia sedang menggerakkan transformasi e-commerce dan ekonomi digital. Kami memiliki empat unicorn atau perusahaan startup dengan nilai miliaran dolar. Sama dengan jumlah unicorn di 28 negara di Uni Eropa,” lanjut Jokowi.

Menurut Jokowi, sumber daya manusia itulah yang akan mendorong Revolusi Industri 4.0. “Saya percaya ini akan menciptakan banyak lapangan kerja dan meningkatkan kesetaraan. Hal penting lain ialah turunnya biaya produksi dan jasa sehingga harga barang semakin murah dan mudah dijangkau kalangan berpenghasilan rendah.”

Untuk menuju ke sana, Jokowi lagi-lagi mengajak seluruh pemimpin untuk mencegah terlebih dulu perang dagang menjadi perang yang tidak terbatas. “Perang tidak terbatas bukan hanya tentang perang dagang. Dengan kreativitas, energi, kolaborasi, dan kemitraan, kita dapat menikmati kelimpahan dan menghasilkan bukan perang yang tidak terbatas, melainkan sumber yang tidak terbatas.”

Dalam pertemuan bilateral dengan PM Vietnam Nguyen Xuan Phuc, Jokowi membahas tantangan Revolusi Industri 4.0. Jokowi ingin kedua negara menjalin kemitraan secara strategis untuk menghadapi situasi dan tantangan ekonomi global.

PM Vietnam mengapresiasi ajakan Jokowi tersebut. “Kita memang harus benar-benar memanfaatkan kondisi global sekarang ini.” Di lain pihak, delegasi Tiongkok mengingatkan para pemimpin soal bahaya pengetatan kebijakan proteksio-nisme yang berdampak serius terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Pernyataan Wakil PM Tiongkok Hu Chunhua itu mengarah pada perang dagang antara Amerika Serikat dan negerinya yang kian memanas. Tensinya semakin meninggi setelah Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif bea masuk komoditas asal Tiongkok senilai lebih dari US$500 miliar.

“Proteksionisme ini melemahkan sistem perdagangan berbasis aturan. Sejumlah negara mengawasi konflik AS-Tiongkok, terutama negara-negara ASEAN yang berorientasi ekspor. Pertumbuhan ekonomi ASEAN didorong ekspor sehingga mereka mewaspadai setiap hambatan yang muncul,” tandas Chunhua.

 

 

MI



Berita Terkait



Komentar