#tescpns

REW Terancam Tidak Bisa Ikuti Tes CPNS Berikutnya

( kata)
REW Terancam Tidak Bisa Ikuti Tes CPNS Berikutnya
Barang bukti yang disita panitia dari peserta tes CPNS Kemenkumham.Dok.

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Nasib REW, peserta CPNS Kanwil Kemenkumham Lampung, yang ketahuan membawa barang yang dilarang dibawa ke ruang tes, kian pelik. Perempuan yang mendaftar pada formasi S1 Pengadaan Barang atau Jasa itu kedapatan membawa power bank, ponsel, dan modem pada pelaksanaan hari pertama tes SKD, Rabu, 5 Februari 2020, dan melarikan diri saat akan diperiksa.

"Aturan secara baku saya belum tahu, tapi informasi di grup (BKN), jelas tertutup untuk jadi CPNS karena BKN sudah ter-link (terkoneksi) dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil," ujar Kepala UPT Penyelenggara Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi Pegawai ASN Bandar Lampung Kanreg 5 BKN Muhammad Mujaedi, kepada Lampost.co, Minggu, 9 Februari 2020.

Sementara pengamat hukum Universitas Lampung Yusdianto, menilai jika pelaksanaan tes CPNS tahun ini sulit jika ada kebocoran soal dan sistem. Upaya kecurangan dimungkinkan terjadi melalui upaya joki, seperti yang terjadi di Makassar, beberapa hari yang lalu.

"Ini belum ada unsur pidananya (kasus REW) tapi jika memang penyelenggara serius mau tahu motif peserta tersebut, bisa dibantu aparat (polisi) untuk investigasi," ujarnya, Minggu, 9 Februari 2020.

Berita terkait: Peserta Tes CPNS Kemenkumham Sembunyikan HP dan Modem di Celana Dalam

Lampost.co mencoba mengakses website BKN.go.id terkait sanki apa jika peserta curang. Di website tersebut terdapat siaran pers Nomor: 008/RILIS/BKN/II/2020 yang dikeluarkan Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN Paryono.

Di situ tertulis, menyikapi kasus penggunaan joki oleh salah satu peserta seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS formasi 2019 di salah satu tilok Makassar, kami sampaikan bahwa panitia pelaksanaan seleksi CPNS tidak akan menoleransi sedikit pun kasus serupa. Penggunaan joki termasuk tindakan pidana. Karena itulah, jika terjadi, pelaku akan langsung diserahkan ke polisi untuk menjalani proses hukum sampai ke pengadilan.

Nama peserta seleksi pengguna joki juga akan di-blacklist. Jika sampai masuk dalam daftar hitam, nama peserta SKD penyewa joki otomatis akan di-drop dari perhelatan rangkaian seleksi CPNS. Itu berarti seumur hidup pelamar bersangkutan tidak bisa lagi mengikuti seleksi calon aparatur sipil negara.

Sebelum mengikuti seleksi SKD, akan dilakukan serangkaian pengecekan untuk memastikan pelamar berlaku jujur dalam pelaksanaan seleksi. Pemeriksaan identitas peserta SKD akan dilakukan cermat, pun dalam pelaksanaan SKD peserta berada dalam pengawasan ketat panitia yang bertugas dan pantauan CCTV.

Rangkaian pengamanan tersebut akan memastikan perjokian tidak dapat melenggang mulus menghadapi seleksi CPNS. Sampai sejauh ini tidak ada joki yang dapat lolos hingga mengikuti ujian.

“Melalui siaran pers ini kami mengingatkan cita-cita menjadi CPNS harus disertai dengan cara-cara halal dalam mencapainya. Ikuti semua proses rekrutmen dengan baik dan fair. Penggunaan jimat pun dilarang dalam pelaksanaan SKD CPNS. Sebelum memasuki area pelaksaan seleksi, segala barang yang tidak berhubungan dengan pelaksanaan seleksi diminta ditanggalkan, seperti ponsel, earphone, headset, gelang, kalung, anting, perhiasan, ikat pinggang, dompet, jam tangan," ujar Paryono melalui siaran persnya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar