desalampung

Retas Desa Sangat Tertinggal dan Tertinggal Lewat Grow Village

( kata)
Retas Desa Sangat Tertinggal dan Tertinggal Lewat Grow Village
dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya untuk melakukan pengetasan desa sangat tertinggal dan desa tertinggal di Bumi Ruwai Jurai. Upaya peretasan tersebut dilakukan melalui Program Grow Village atau menumbuhkan desa dari status sangat tertinggal dan tertinggal menjadi desa berkembang.

Berdasarkan status Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2020 secara nasional Provinsi Lampung berada di Peringkat 12 dengan nilai IDM Provinsi tahun 2020 sebesar 0,6656 dengan status berkembang. Khusus di Provinsi Lampung dari 2.435 desa yang tersebar di 203 kecamatan dan 13 kabupaten di Bumi Ruwai Jurai terdapat 6 desa sangat tertinggal, 226 desa tertinggal, 1.812 desa berkembang, 370 desa maju dan 21 desa mandiri. 

Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Fitrianita Damhuri. Ia mengatakan bahwa pihaknya memiliki program-program prioritas yang dikemas dalam Program Desa Berjaya yang didalamnya terdiri dari kegiatan Smart Village, Pengentasan Desa Tertinggal, Pengembangan Kawasan Perdesaan dan Transmigrasi yang juga menjadi prioritas nasional.

"Beberapa program akan kita terus optimalkan. Khusus untuk pengetasan desa sangat tertinggal dan desa tertinggal kita beri nama Grow Village, harapannya desa-desa tersebut bisa berkembang," kata Fitrianita, Minggu, 20 September 2020.

Desa Sangat Tertinggal dan Desa Tertinggal di Bumi Ruwai Jurai rencananya akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp.250 juta/desa yang langsung ditransfer kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Dana tersebut sebagai stimulan agar desa tersebut bisa terus tumbuh. Selain itu akan dibantu juga dari perguruan tinggi, organisasi perangkat desa (OPD), pemerintah kabupaten dan stakeholder terkait secara kroyokan membantu desa.

Adapun 6 Desa Sangat Tertinggal di Lampung yakni; (1) Raja Basa, Ngaras, Pesisir Barat, (2) Kerbang Dalam, Pesisir Utara, Pesisir Barat, (3) Kota Batu, Ngaras, Pesisir Barat, (4) Tanjung Kemala, Bengkunat, Pesisir Barat, (5) Bandar Dalam, Bengkunat, Pesisit Barat, dan (6) Tanjung Harapan, Tanjung Raya, Mesuji.

Kemudian desa sangat tertinggal pada 2019 kini ditahun 2020 naik kelas yakni di Tulang Bawang ada Mesir Dwi Jawa Kecamatan Gedung Aji Baru, Bakung Udik Kecamatan Gedung Meneng dan Karya Cipta Abadi Kecamatab Rawajitu Selatan. Kemudian di Tanggamus ada Banjar Negeri Kecamatan Cukuh Balak, Sawang Balak Kecamatan Cukuh Balak, Betung Kecamatan Pematang Sawa dan Karang Brak Kecamatan Pematang Sawa.

Selanjutnya, di Way Kanan ada Negeri Batin Kecamatan Blambangan Umpu, Segara Mider Kecamatan Blambangan Umpu, Tanjung Raja Giham Kecamatan Blambangan Umpu, Tanjung Raja Sakti Kecamatan Blambangan Umpu, Karta Jaya Kecamatan Negara Batin dan Karang Agung Kematan Pakuon Ratu. Selanjutnya di Mesuji ada Sri Tanjung Kecamatan Tanjung Raya dan Sidang Muara Jaya Kecamatan Rawa Jitu Utara. Serta di Pesisir Barat ada Siring Gading Kecamatan Bengkunat.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Nata Irawan mensuport Pemerintah Provinsi Lampung untuk kolaborasi untuk desa. Apalagi saat ini semua pihak juga fokus dalam percepatan penanganan dan pengendalian wabah Covid-19 yang telah banyak merenggut nyawa manusia. 

"Semua pihak harus terlibat aktif dan bersinergi. Melalui konsep pembangunan pentahelix yakni melibatkan unsur pemerintah, masyarakat/komunitas, akademisi, pengusaha, dan media bersatu membangun kebersamaan dalam pembangunan," katanya.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar