#penodongan#kriminal

Residivis Penodongan Ponsel Diciduk, Tiga Masuk DPO

( kata)
Residivis Penodongan Ponsel Diciduk, Tiga Masuk DPO
Tampak tersangka pelaku perampas HP diamankan petugas Polres Lampung Utara, Sabtu malam, 22 Agustus 2020. Dok Polres.


Kotabumi (Lampost.co) -- Tekab 308 Sat Reskrim Polres Lampung Utara meringkus Joni Arlaika (43), seorang residivis warga Desa Ogan Jaya, Abung Pekurun, Lampung Utara, satu dari empat perampas ponsel saat berada bersembunyi di Desa Gunungsadar, Abung Tengah, Sabtu, 22 Agustus 2020, sekitar pukul 21.00. Selain mengamankan tersangka, petugas menyita barang bukti sebilah senajata tajam jenis badik dan sebuah STNK milik korban serta satu unit sepeda motor milik pelaku yang digunakan untuk beraksi.

Menurut Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Gigih Andri Purwanto mewakili Kapolres AKBP Bambang Yudho Martono, pihaknya meringkus satu dari empat pelaku penodongan ponsel milik Firdaus Saputra (20), warga Desa Gunung Besar, Abung Tengah, Lampung Utara, pada 30 April 2020. "Selain mengamankan tersangka, kami juga menyita barang bukti STNK milik korban dan sebilah senjata tajam serta sepeda motor yang digunakan untuk tindak kejahatan," ujarnya, Minggu, 23 Agustus 2020.

Kasat Reskrim menjelaskan dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengakui perbuatannya dengan mengambil ponsel jenis Xiaomi, Oppo A71, dan uang tunai Rp500 ribu milik korban bersama tiga orang rekaannya (DPO). Saat itu, korban sedang berkunjung ke tempat wisata air terjun Mandi Angin di Desa Sukamaju, Tanjungraja.

"Modus tersangka dengan cara mendekati korban dan menodongkan senjata tajam dan langsung merampas barang berharga milik korban," ujarnya.

Dalam penanganan kasus ini, pihaknya masih terus memburu rekan tersangka yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Sementara itu dalam catatan kepolisian tersangka diketahui pernah menjalani tahanan dalam kasus pembunuhan, penganiayaan, dan pencurian sepeda motor pada 2018 lalu. 

Muharram Candra Lugina






Berita Terkait



Komentar