ResapanAirDiabaikan,BandarLampungBakalLanggananBanjir

Resapan Air Diabaikan, Bandar Lampung Bakal Langganan Banjir

( kata)
Resapan Air Diabaikan, Bandar Lampung Bakal Langganan Banjir
Alih fungsi lahan membuat resapan air di Bandar Lampung berkurang dan menyebabkan banjir. Lampost.co/Febi Herumanika

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) kembali angkat bicara terkait resapan yang berkurang signifikan dan akan menyebabkan kota Bandar Lampung menjadi daerah langganan banjir.

 Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri mengatakan banjir tetap akan datang saat hujan deras mengguyur bandar Lampung hal itu karena resapan air di kota ini sudah minim.

" Karena daerah resapan air dan daerah tangkapan air sudah minim akibat berkurangnya ruang terbuka hijau, embung dan rawa di kota Bandar lampung salah satu penyebab banjir terus terjadi," katanya Kamis 23 Januari 2020.

Beberapa hal lain penyebab banjir diantaranya upaya perbaikan dan peningkatan kualitas sungai dan drainase yang kurang maksimal dilakukan.

" Pemerintah semestinya mengupayakan semaksimal mungkin melakukan perbaikan terhadap drainase yang kurang maksimal dilakukan selama ini," katanya.

Curah hujan yang tinggi serta resapan air sangat kurang karena bukit di Bandar Lampung berubah pungsi salah satu penyebab banjir terus terjadi. Dari hasil investigasi Tim WALHI ada 33 bukit di kota ini, lebih dari 20 bukit kondisinya rusak sedang dan parah. " Artinya bisa kami sampaikan 70% bukit di kota ini sudah rusak sedang dan parah," kata Irfan.

Beberapa bukti dan gunung yang sudah dilakukan investigasi dan dalam kondisinya rusak parah dan rusak saja seperti bukti Kunyit, Gunung Mastur, gunung Perahu, gunung Kucing, gunung Serampok, Gunung Banten, bukit Balau, bukit Sukadanaham, bukit Suka Menanti, Bukit Randu (menjadi bangunan), bukit Camang Timur, bukit Camang Barat.

" Data bukit rusak dan rusak parah itu baru sebagian kami catat, karena belum selesai kami investasi. Tapi dari hasil pengamatan kami dilapangan 70%. Kondisi bukti di Bandar Lampung sudah mulai beralih fungsi," kata Irfan.

Tidak ada perhatian dari pemerintah terkait banyaknya bukit dan gunung yang dirusak tersebut. Setiap tahun bukit yang rusak selalu bertambah bahkan semakin parah.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar