#MPR#LESTARIMOERDIJAT#COVOD-19

Rerie Nilai Testing Covid-19 Harus Konsisten Agar Pengendalian Efektif

( kata)
Rerie Nilai Testing Covid-19 Harus Konsisten Agar Pengendalian Efektif
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Foto: Dok )


Jakarta (Lampost.co) --  Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menilai peningkatan kapasitas testing Covid-19 harus terus dilakukan untuk mendapatkan kondisi penyebaran virus korona yang sebenarnya agar upaya pengendalian yang dilakukan para pemangku kepentingan tepat sasaran.

"Pasca-Lebaran tahun ini terjadi penambahan kasus positif harian kembali lebih dari 5.000 kasus, seiring dengan penambahan jumlah orang yang diperiksa. Upaya testing yang memadai diharapkan mampu mempercepat proses pengendalian Covid-19 di tanah air," kata Wakil Ketua MPR yang biasa disapa Rerie dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 21 Mei 2021.

Berdasarkan catatan Satgas Covid-19 dalam sepekan terakhir kasus harian positif Covid-19 kembali tembus 5.000 kasus. Sebelumnya, hanya berada di kisaran 2.000-4.000 kasus per hari. Pada Kamis, 20 Mei 2021, Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan ada 5.797 kasus baru. Kenaikan kasus positif itu juga sejalan dengan bertambahnya kapasitas testing yang signifikan mencapai 55.741 orang yang diperiksa. Sebelumnya pada periode libur Lebaran lalu, hanya 15 ribu hingga 20 ribuan orang yang diperiksa.

Standar minimal WHO, testing Covid-19 dilakukan terhadap 1/1000 dari jumlah penduduk per minggu. Dengan standar itu, minimal Indonesia melakukan minimal 267.000 tes per minggu atau 38.100 per hari.

Rerie berharap, upaya peningkatan testing itu bisa dilakukan secara konsisten sehingga penanggulangan Covid-19 di tanah air bisa berjalan dengan kebijakan yang tepat. Menurutnya, semakin banyak jumlah orang yang diperiksa itu akan menggambarkan kondisi penyebaran virus korona yang mendekati kondisi sesungguhnya. Sehingga, para pemangku kepentingan dapat menerapkan kebijakan pengendalian Covid-19 yang tepat, untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas lagi.

Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) mencatat sejumlah rumah sakit di berbagai provinsi melaporkan kenaikan kasus Covid-19 usai libur Lebaran. Di rumah sakit Aceh dan Sulawesi Barat misalnya, mengalami kenaikan kasus lebih dari 50%. Kemudian kenaikan jumlah kasus Covid-19 hingga 25%-50% terjadi di Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, dan Riau.

Melihat tren peningkatan kasus positif Covid-19 itu, anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menilai, kebijakan pelarangan mudik jelang dan pasca-Lebaran belum mampu menekan pertambahan jumlah kasus di sejumlah daerah. Usai Lebaran ini, ia berharap, upaya testing, tracing dan treatments (3T) secara konsisten ditingkatkan di sejumlah daerah. 

Rerie menambahkan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 hingga wilayah RT/RW harus diintensifkan agar para pemangku kepentingan mendapatkan gambaran kondisi yang sebenarnya dan bisa diatasi dengan kebijakan yang tepat.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar