#lestarimoerdijat#mpr

Rerie Nilai Pengendalian Covid-19 Harus Konsisten Meski Penurunan Jumlah Kasus Berlanjut

( kata)
Rerie Nilai Pengendalian Covid-19 Harus Konsisten Meski Penurunan Jumlah Kasus Berlanjut
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Foto: Dok MI)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menilai sejumlah langkah pengendalian harus konsisten dilakukan meski pelonggaran kegiatan di beberapa sektor terus terjadi. Hal itu menyusul tren penurunan jumlah kasus positif covid-19 di tanah air.

"Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlevel, saya kira harus tetap dilakukan, agar kegiatan masyarakat di area publik tetap memiliki aspek pengendalian sehingga diharapkan penyebaran virus korona juga bisa terus dikendalikan," kata Rerie, sapaan akrab Lestari, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 4 Oktober 2021.

Menurutnya, periode PPKM dijadwalkan berakhir pada 4 Oktober 2021 sejak perpanjangan PPKM mulai 20 September 2021. Sejumlah evaluasi telah dilakukan pemerintah dan menunjukkan indikasi penyebaran covid-19 mulai terkendali di sejumlah kota di tanah air.

Catatan Satgas covid-19 per Minggu (3/10/2021) kasus positif covid-19 di Indonesia bertambah 1.142 kasus atau terus menurun jika dibandingkan dengan catatan sehari sebelumnya. Pada Sabtu (2/10/2021) jumlah kasus positif covid-19 tercatat 1.414 kasus .

Baca juga: Rerie: Evaluasi Pelaksanaan PTM untuk Cegah Bertambahnya Klaster Baru

Menurut Rerie, untuk mempertahankan terkendalinya sebaran covid-19 berbagai kegiatan masyarakat di area publik juga harus terus memiliki mekanisme agar tetap bisa dikendalikan. Sejumlah upaya pengendalian pada berbagai kegiatan yang dibuka kembali, tegas Rerie, harus konsisten dilakukan hingga pada satu titik nanti dijadikan aturan reguler setiap kegiatan.

Rerie berpendapat saat ini masyarakat harus terus dipersiapkan agar mampu menjalani norma-norma baru dalam kegiatan keseharian demi menjaga penyebaran covid-19 tetap terkendali.

Norma baru tersebut, ujar anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, antara lain dalam bentuk disiplin menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun dalam setiap berkegiatan di ruang publik.

Sedangkan norma baru yang harus dilakukan para pemangku kepentingan, menurut Rerie, adalah dengan secara konsisten mengevaluasi dan melakukan testing serta tracing pada sejumlah kegiatan di ruang publik.

Rerie berpendapat, yang perlu diwaspadai pada kondisi saat ini adalah efek psikologis masyarakat dalam menghadapi berbagai pelonggaran kegiatan di area publik.

Kesadaran bahwa pelonggaran kegiatan harus direspon dengan tetap waspada lewat disiplin menjalani prokes, tegasnya, harus terus digaungkan agar kondisi terkendalinya penyebaran covid-19 tetap terjaga.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar