#repcil#humaniora#museumkupu-kupu

Repcil Lampung Post Jalan-jalan ke Museum Kupu-kupu

( kata)
Repcil Lampung Post Jalan-jalan ke Museum Kupu-kupu
Foto: Dok

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Belajar sambil jalan-jalan memang menyenangkan. Seperti yang dilakukan tiga orang reporter cilik Lampung Post asal SD Negeri 1 Rajabasa Raya, Bandar Lampung, yakni Kevin Muhammad Hasbi, Aziza Namira Aliska, dan Hafira Adelia.

Beberapa waktu lalu, ketiganya berkesempatan mengunjungi museum kupu-kupu Gita Persada, di jalan Wan Abdurrahman, Sumberagung, Kemiling, Bandar Lampung. Di sana, mereka melihat ratusan koleksi kupu-kupu yang telah diawetkan. Juga mendapatkan banyak informasi tentang beragam jenis hewan cantik itu dari pengelola museum Martinus.

Martinus menyebut, museum tersebut  sudah berdiri sejak awal didirikannya taman penangkaran kupu-kupu Gita Persada, oleh Herawati Djausal dan Ansori Djausal yang merupakan dosen di Universitas Lampung. Namun, sejak tahun lalu, museum dipindahkan ke bangunan baru berlantai empat.

Desain bangunan sangat alami, dengan banyak jendela besar, dan ornamen ranting-ranting kayu di setiap jendela. Hal itu, menurut Martinus untuk membuat kupu-kupu yang ada di sekitar museum, bebas keluar masuk.

“Hingga saat ini ada sebanyak 186 jenis kupu-kupu Sumatera yang menjadi koleksi museum,” ujar Martinus.

Dari berbagai jenis tersebut, spesies kupu-kupu raja Troides helena menjadi yang paling langka dan dilindungi undang-undang.

Selain koleksi kupu-kupu yang telah diawetkan, di museum tersebut juga dipajang lukisan aneka kupu-kupu cantik. Pengunjung juga bisa membeli oleh-oleh khas dari taman kupu-kupu, yang dijual di lantai satu.

Rudiyansyah



Berita Terkait



Komentar