#pencabulan#pemerkosaan#kriminal#kekerasananak#beritalampung

Renggut Keperawanan Anak Kandungnya, Pairan Dituntut 18 Tahun Penjara

( kata)
Renggut Keperawanan Anak Kandungnya, Pairan Dituntut 18 Tahun Penjara
Terdakwa pemerkosaan anak kandung digiring ke sel tahanan usai sidang. Lampost.co/Febi Herumanika

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Ayah kandung yang merenggut keperawanan anaknya sendiri dituntut Jaksa Penuntut Umum Kejari Bandar Lampung dengan pidana penjara selama 18 tahun. Hal ini terungkap saat sidang tertutup di Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang, Rabu (13/3/2019). Terdakwa atas nama Pairan (41) warga Jalan M. Ryacdu RT/RW 001, Keluruhan Campangraya, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung.

Selain pidana penjara, terdakwa juga diwajibkan membayar pidana denda Rp1 miliar, subsider 6 bulan kurungan penjara. Perbuatan terdakwa kata Jaksa Elis Mustika, diatur dan diancam pidana Pasal 81 Ayat (1) dan Ayat (3) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perpu Nomor 1 Tahun 2016 Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menajdi UU Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Jaksa meyakini jika terdakwa terbukti secara sah meyakinkan bersalah sesuai dengan pasal yang didakwakan. Hal tersebut berdasarkan keterangan terdakwa, alat bukti dan fakta persidangan. "Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 18 tahun kurungan," kata Jaksa.

Dari keterangan Dedy Irawan penasehat hukum terdakwa, Pairan tega melakukan pemerkosaan terhadap anaknya lantaran tidak tahan menahan nafsu seusai mengkonsumsi minuman keras jenis tuak. "Klien saya secara terang-terangan mengatakan jika dia membenarkan telah mencabuli anak kandungnya setelah meminum tuak," katanya.

Febi Herumanika

Berita Terkait

Komentar