#beritalambar#programpembangunan#paripurna

Rencana Program Pemkab Lambar di 2020 Dikritisi

( kata)
Rencana Program Pemkab Lambar di 2020 Dikritisi
Suasana rapat paripurna di DPRD Lambar. Lampost.co/Eliyah

LIWA (Lampost.co): Enam fraksi di DPRD Lampung Barat mengkritik sejumlah rencana program 2020 usulan OPD Pemkab Lambar. Kritik disampaikan saat pandangan umum fraksi atas penyampaian nota pengantar rancangan APBD TA 2020 dalam rapat paripurna DPRD Lambar.

Winarsih, anggota Fraksi PDI Perjuangan, meminta Dinas Kesehatan mengevaluasi data penerima bantuan program iuran jaminan kesehatan. Dia berharap program itu tepat sasaran.

Winarsih juga meminta Pemkab Lambar meng-update informasi penyelesaian tapal batas antara Kecamatan Suoh dengan hutan lindung Register 39. "Pemkab juga harus meningkatkan sarana pelayanan berupa penambahan fasilitas generator oksigen untuk menjamin ketersediaan oksigen di rumah sakit umum," kata Winarsih, Selasa, 22 Oktober 2019.

Fraksi PKS lewat Noviadi meminta Pemkab Lambar mempertimbangkan kembali rencana dana hibah untuk komunitas Goweser Liwa dan Ikatan Motor Indonesia Lambar senilai Rp425 juta. Sebab program itu tidak sejalan dengan lima program perioritas pembangunan 2020 dan tidak berkolerasi dengan program unggulan seperti pembangunan gedung budaya, bantuan seragam sekolah, penataan Taman Hamtebiu, rehabilitasi masjid, dan ambulan hebat.

"Pemkab Lambar akan lebih baik memperhatikan kebutuhan gas elpiji 3 kg yang banyak menjadi kebutuhan bagi masyarakat," ujar Noviadi.

Sementara dari Fraksi Demokrat melalui juru bicaranya, Dedeh Rohayati, antara lain mempertanyakan rencana Bupati Lambar Saiful Bokhari yang akan memberikan beasiswa untuk pendidikan kesenian. Sebab menurutnya, itu bukan merupakan kebutuhan yang mendasar dan yang lebih penting adalah tenaga dokter, guru dan tenaga kesehatan lainnya. 

Eliyah

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar