#PADApbd

Rencana Pendapatan Pemkab Way Kanan Naik Rp12 Miliar

( kata)
Rencana Pendapatan Pemkab Way Kanan Naik Rp12 Miliar
Penyampaian Rancangan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2021, di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten setempat, Kamis, 2 September 2021. Dok Pemkab


Way Kanan (Lampost.co) -- Kebijakan Umum APBD dan rioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2021 Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Way Kanan bertumpu pada pembangunan dengandukungan belanja kesehatan dan pemulihan ekonomi daerah. 

Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Way Kanan Ali Rahman menyampaikan, rencana pendapatan setelah perubahan sebesar Rp1,345 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp12 miliar atau 0,95%. Hal ini disebabkan karena adanya kenaikan target pendapatan dana transfer pusat dan lain-lain.

"Sedangkan untuk belanja daerah secara umum belanja daerah pada perubahan tahun 2021 sebesar Rp.1,291 triliun, yaitu mengalami kenaikan sebesar Rp17 miliar atau 1,36 persen dari sebelumnya sebesar Rp.1,274 triliun," kata Wabup dalam penyampaian Rancangan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2021, di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten setempat, Kamis, 2 September 2021.

Baca: Way Kanan Tekan Penyebaran Covid-19 dengan Tracing hingga ke Kampung

 

Alokasi belanja terdiri dari belanja operasi sebesar Rp880,538 miliar atau mengalami kenaikan sebesar Rp23,575 miliar atau 2,75% dari sebelum perubahan sebesar Rp856,962 miliar. 

"Sedangkan alokasi untuk belanja modal direncanakan setelah perubahan sebesar Rp128,636 Miloar atau naik sebesar Rp104 juta atau 0,08 persen," kata dia. 

Alokasi untuk belanja tidak terduga direncanakan setelah perubahan sebesar Rp5 miliar atau turun sebesar Rp1 miliar atau 16,67% dari sebelum perubahan sebesar Rp6 miliar. Alokasi untuk belanja transfer direncanakan setelah perubahan sebesar Rp277,132 miliar atau mengalami penurunan sebesar Rp5,317 miliar atau 1,88% dari sebelum perubahan sebesar Rp282,449 miliar.

"Sedangkan untuk pembiayaan dari sisi penerimaan pembiayaan dianggarkan sebesar  Rp12,058 miliar, sebelumnya diasumsikan sebesar Rp5 miliar sehingga terkoreksi sebesar Rp7,058 miliar atau 141,17 persen. Penerimaan pembiayaan tersebut bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya," jelas Wabup.  

"Sedangkan dari sisi pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp66,333 miliar, yang dialokasikan untuk penyertaan modal investasi pemerintah sebesar Rp4,356 miliar dan pembayaran pokok utang sebesar Rp61,977 miliar," sambungnya. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar