#pembangunan#underpass#flyover#infrastruktur

Rencana Pembangunan Fisik di Tengah Pandemi Perlu Dikaji Ulang

( kata)
Rencana Pembangunan Fisik di Tengah Pandemi Perlu Dikaji Ulang
Ilustrasi. Foto: Google Images

Bandar Lampung (Lampost.co): Pengamat Kebijakan Publik Ilham Malik memberikan saran kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, terkait rencana program pembangunan fisik di masa pandemi korona saat ini agar dikaji ulang.

Ilham Malik yang juga pengamat transportasi mengatakan rencana Pemkot untuk membangun flyover dan juga underpass yang crossing dengan jalur kereta api, pada masa wabah saat ini memang akan menimbulkan polemik di kalangan akademisi dan masyarakat. 

"Bisa jadi wali kota berkeinginan untuk membangun flyover ini sebagai wujud pengumuman kepada seluruh pihak, bahwa Bandar Lampung telah kembali aktif. Tetapi program ini juga harus disesuaikan dengan isu global terkait pandemi ini," ujarnya, Kamis 4 Juni 2020.

Dia menyadari bahwa program pembangunan flyover dan underpass itu sudah disiapkan Pemkot sejak jauh hari sebelum masa pandemi. Namun, tindakan mempertimbangkan ulang rencana program di tengah pandemi ini perlu dilakukan oleh Pemkot dalam hal ini adalah wali kota. 

"Bukan berarti bahwa program ini tidak penting, tetapi mungkin ada hal lain yang lebih penting yang perlu dipertimbangkan oleh Pemkot," ungkapnya. 

Dirinya juga mengatakan anggaran rencana pembangunan yang telah dicanangkan oleh Pemkot kurang lebih sebesar Rp35 miliar itu dapat dialokasikan ke sektor pembangunan lain yang lebih berkaitan dengan pandemik covid-19 ini.

"Saya kira ini bisa dialihkan untuk program lain dalam rangka menyiapkan masyarakat kita ini berhadapan dengan wabah covid-19. Dan itu bisa saja tetap di sektor transportasi, pembangunan fisik, misalnya pembangunan jalur pedestrian di sepanjang jalan utama kota," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, Pemkot bisa menyiapkan jalur untuk pengguna sepeda dengan lebar lajur 1 meter kiri dan kanan sehingga masyarakat bisa aman dan nyaman ketika menggunakan sepeda. Dan yang ketiga adalah kembali untuk memperjuangkan sistem angkutan massal bisa berbasis bus atau mikrolet, sehingga Bandar Lampung kedepannya bisa memiliki sistem transportasi yang berkeadilan, karena dengan sistem transportasi umum ini bukan hanya warga ekonomi kuat tapi ekonomi lemah juga bisa lebih bermobilisasi dari satu tempat ke tempat lain dengan angkutan umum yang handal.

Dikatakan juga, BRT yang sebelumnya telah dimiliki oleh Kota Bandar Lampung jika di manajemen dengan benar oleh Pemkot setempat, dapat lebih baik dari kota lainnya sebab berbasis private invesment. 

"Kota Bandar Lampung ini bukan lagi butuh flyover, tetapi membutuhkan angkutan umum yang baik dan memadai. Dan itu harus diurus secara serius bukan sekedar di launching lalu di biarkan begitu saja. Sebab mengembangkan angkutan umum itu sama beratnya dengan mengelola kota secara keseluruhan, harus berkelanjutan serta diperbaiki setiap saat," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar