#lanud#tubaba#penerbangankomersil

Rencana Komersialisasi Lanud Pangeran M Bun Yamin Perlu Dikaji Lagi Setelah Ada JTTS

( kata)
Rencana Komersialisasi Lanud Pangeran M Bun Yamin Perlu Dikaji Lagi Setelah Ada JTTS
Kepala Staf Komando Operasi Udara l (Kas Koopsut l),  Marsekal Pertama TNI Jorry S Koloay. (Foto:Lampost/Ferdi Irwanda)


Panaragan (Lampost.co)--Kepala Staf Komando Operasi Udara l (Kas Koopsut l),  Marsekal Pertama TNI Jorry S Koloay menilai perubahan status pangkalan militer Lanud Pangeran M Bun Yamin menjadi bandara komersil belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap kemajuan daerah.

Sebab, wacana perubahan status pangkalan militer berubah menjadi bandara sipil mengemuka sebelum adanya pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

"Membangun satu fasilitas sebesar bandar udara itu, ada banyak dukungannya ada banyak perhitungan benefit costnya. Jadi mungkin lebih baik kita membangun hal yang lain dibandingkan bandara, karena saat ini sudah ada jalan tol," kata Jorry S Koloay kepada wartawan seusai membuka serbuan teritorial (Serter) di Tiyuh Margodadi, Kecamatan Tumijajar, Senin, 6 Juni 2022.

Menurut Jorry, wacana perubahan status pangkalan militer berubah menjadi bandara sipil mengemuka sebelum adanya pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Semula wacana perubahan status itu diharapkan mampu memperlancar transportasi di tujuh kabupaten di Provinsi Lampung yakni Kabupaten Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Mesuji, Lampung Timur, Lampung Utara, Lampung Tengah, dan Way Kanan.

"Bandara itu digunakan untuk mempercepat akses transportasi, kalau salah satu akses transportasi darat sudah terpenuhi. Apakah benefit cost  atas perubahan status pangkalan militer menjadi sipil terpenuhi, karena perubahan ini membutuhkan biaya yang mahal," ujar dia.


Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar