#beritalampung#beritalampura#kriminal

Remaja Pelempar Batu ke Kereta Api Asal Sungkai Utara Diamankan Petugas

( kata)
Remaja Pelempar Batu ke Kereta Api Asal Sungkai Utara Diamankan Petugas
Remaja pelaku pelemparan batu ke kereta api membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan. Lampost.co/Hari Supriyono


Kotabumi (Lampost.co): Seorang remaja ditangkap petugas polisi kusus kereta api usai melakukan pelemparan batu ke kereta api (KA) Premium Kuala Stabas di KM 123 Ketapang Negara, Sungkai Utara, Lampung Utara, Rabu, 14 September 2022.

Anak remaja yang diamankan petugas yakni berinisial MES (15) warga Desa Ciamis, Sungkai Utara, Lampura.

Menurut Yesi Katon selaku Komadan Pelton wilayah B Divre IV, mengatakan pihaknya mengamankan seorang anak remaja karena melakukan pelemparan batu dibagikan jendela kaca rangkiaran gerbon.

"Pelaku sempat kami amankan dan dilakukan pembinaan dihadapan kedua orang tuanya serta diminta membuat surat peryataan agar tidak mengulangi lagi perbuatanya tersebut," ujarnya, Kamis, 15 September 2022.

Kepala Pelton polisi kusus KA tersebut juga menjelaskan aksi pelemparan KA yang tengah melintas kerap terjadi dan hal itu diketahui perbuatan iseng, namun akibatnya bisa sangat fatal ke penumpang dan petugas. Bahkan, ancaman hukumannya sendiri jelas diatur dalam undang-undang.

“Kami tekankan agar mereka tidak melakukan perbuatan tersebut karena membahayakan dan terancam hukuman pidana," ujarnya.

Ia menuturkan hukuman pidana atas aksi pelemparan terhadap kereta api sendiri telah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Bab VII. Menerangkan kejahatan yang membahayakan keamanan umum baik bagi orang maupun bagi barang.

Dalam Pasal 194 Ayat 1, menerangkan bahwa barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum, yang digerakkan oleh tenaga uap atau kekuatan mesin lain di jalan kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Masih di pasal yang sama dalam Ayat 2, dinyatakan jika perbuatan itu sampai mengakibatkan orang mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara seumur hidup. Atau, dipidana penjara selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Larangan pelemparan terhadap kereta api telah diatur pula dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam Pasal 180 menyebutkan setiap orang dilarang menghilangkan, merusak atau melakukan perbuatan mengakibatkan rusak.

Dan atau tidak berfungsinya prasarana dan sarana perkeretaapian. Selain itu, Yesi menambahkan, jalur kereta apil memang bukan tempat bermain. Dia mengingatkan sudah banyak yang terlalu asik bermain sering berujung maut.

"Kami mengimbau agar tidak ada lagi pelemparan kereta. Setiap upaya perusakan sarana kereta api akan ditindak tegas melalui jalur hukum," katanya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar