#krisisAirBersih#Kekeringan#Kemarau#LampungSelatan

Relawan Literasi Bantu Warga Atasi Krisis Air

( kata)
Relawan Literasi Bantu Warga Atasi Krisis Air
Relawan Perahu Pustaka saat menyalurkan bantuan air bersih ke Dusun Kayutabu dan Pematangmacan, desa Klawi kecamatan Bakauheni, Lamsel yang dilanda kekeringan beberapa waktu lalu. (Foto:Aan Kridolaksono/Lampost.co)


KALIANDA (lampost.co) -- Relawan literasi Pustaka Bakauheni sediakan air gratis dan kendaraan roda empat untuk membantu krisis air bersih melanda Dusun Kayu dan Pematang macan, Desa Klawi, Kecamatan Bakauheni, kabupaten Lampung Selatan.

"Mohon maaf kami tidak ada waktu untuk mengantar air bersih setiap hari ke Dusun Kayutabu dan Pematang Macan, karena kami kerja di merak," kata relawan literasi Perahu Pustaka Bakauheni, Radmiadi kepada lampost.co, Senin 16 September 2019.

Namun, ujar Radmiadi, pihaknya menyediakan kendaraan roda empat, berikut peralatan dan air bersih bagi warga yang masih membutuhkan air bersih.

"Kami menyediakan kendaraan,  peralatan, termasuk airnya gratis, cuma harapan kami warga sendiri yang membawa kendaraan dan mengambil air sendiri," tandasnya.

Diketahui, kekeringan yang melanda Dusun Kayu  dan Pematang macan Desa Klawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan sejak awal Juni lalu makin parah.

Setelah relawan dan pemerintah kecamatan Bakauheni menghentikan pengiriman air bersih kepada 120 kepala keluarga yang ada di dua dusun tersebut.

"Untuk sementara bantuan air bersih untuk dusun Kayutabu dan Pematangmacan yang dilanda krisis air bersih kita hentikan dulu, karena anggarannya tidak ada lagi," kata Camat Bakauheni Asep Awaludin beberapa waktu lalu.

Sementara, Ardi salah satu warga Dusun Kayu Tabu mengatakan,  sejak awal Juni lalu warga sudah terbiasa mengantre berjam-jam untuk mengambil air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dari mengantre di sumber air yang ada diujung dusun itu,  ia  hanya mendapat jatah empat jeriken per hari.“Kalau lagi ramai, pagi antre kadang  siang baru dapat giliran untuk mengambil air,” kata Ardi.

Ia menyebutkan pernah ada bantuan air bersih dari  camat Bakauheni, Balai Besar Way Sekampung dan Mesuji, dan relawan  literasi, namun sekarang bantuan tersebut mulai tersendat.

"Kalau bantuan gak datang dan ngantre di sumber air gak dapat juga. Kami terpaksa beli air dengan kapasitas sekitar 1.000 liter seharga Rp100 ribu sampai Rp120 ribu dan cukup untuk beberapa hari," pungkasnya.

Aan Kridolaksono







Berita Terkait



Komentar