#otomotif#ekbis

Relaksasi PPnBM Dongkrak Penjualan Mobil hingga 155%

( kata)
Relaksasi PPnBM Dongkrak Penjualan Mobil hingga 155%
Kebijakan penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) untuk kendaraan bermotor membuat penjualan mobil melonjak drastis. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri, mengatakan kebijakan penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) untuk kendaraan bermotor membuat penjualan mobil melonjak drastis. Bahkan sejumlah perusahaan otomotif melaporkan kenaikan penjualan hingga 155 persen.

"Sejak dikeluarkannya kebijakan ini beberapa hari lalu, perusahaan otomotif melaporkan peningkatan penjualan. Diharapkan dampak positif ini akan mengakselerasi upaya pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi covid-19," ujar Febri dalam siaran persnya, Sabtu, 13 Maret 2021.

Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmy, mengungkapkan penjualan mobil Toyota yang mendapatkan insentif PPnBM mengalami peningkatan signifikan. Ini terlihat dari total Surat Pembelian Kendaraan (SPK) yang dikeluarkan.

Dari data 1-8 Maret 2021, untuk SPK penjualan mobil Avanza, Sienta, Rush, dan Yaris yang mendapatkan insentif PPnBM naik sekitar 94 persen hingga 155 persen dibandingkan dengan SPK Februari di tanggal yang sama. 

Sementara untuk Vios yang mendapatkan diskon terbesar hingga Rp65 juta imbas dari insentif ini, penjualannya naik lebih besar lagi lantaran sebelumnya permintaannya tidak banyak.

"Kami sudah meminta pabrik untuk meningkatkan produksinya. Sekarang kami sedang memonitor kondisi stok, karena tidak mudah juga pabrik menambah produksi dalam waktu singkat," papar dia.

Peningkatan SPK juga terjadi pada penjualan mobil Honda. Business Innovation and Sales & Marketing PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, menuturkan kenaikan penjualan sekitar 40 persen sampai 50 persen dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.

"Untuk model yang mendapatkan insentif pajak, peningkatan naik lebih dari 60 persen dibanding seminggu pertama Februari lalu, growth tertinggi ada di HRV 1,5 liter. Kami akan terus mengamati perkembangan permintaan mobil ke depannya untuk memenuhi supply dan demand yang ada," imbuhnya.

Sementara itu, Daihatsu mencatatkan kenaikan SPK terjadi dalam sepekan saat berlakunya insentif pajak pembelian mobil baru tersebut. Tidak hanya pada model-model yang mendapatkan insentif ini, tetapi juga model yang tidak mendapatkan insentif.

Untuk model yang mendapatkan insentif seperti Xenia, Terios, Luxio, dan Gran Max MB, SPK-nya melonjak sekitar 40 persen. Sedangkan model-model lainnya seperti Ayla, Sigra, Sirion, Gran Max PU, Gran Max Blindvan penjualannya naik sekitar 20 persen.

“Untuk stok model yang mendapat insentif PPnBM khususnya di bulan-bulan periode relaksasi tentunya akan kami atur seoptimal mungkin agar seimbang antara demand dan supply yang ada,” kata Hendrayadi, Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation.

Berikutnya, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales (MMKSI) juga mengungkapkan adanya peningkatan jumlah pesanan setelah insentif PPnBM diterapkan mulai Senin, 1 Maret 2021. Tercatat ada dua produk Mitsubishi yang mendapatkan Insentif PPnBM, yaitu Xpander dan Xpander Cross.

"Jumlah SPK minggu pertama Maret 2021 terjadi peningkatan yang cukup signifikan untuk Xpander jika dibandingkan periode yang sama di Februari 2021," ucap Director of Sales & Marketing Division MMKSI Irwan Kuncoro.

Selanjutnya, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengklaim selama empat hari berlakunya relaksasi PPnBM, permintaan mobil Suzuki naik 100 persen dibanding periode yang sama di Februari 2021. "Sejauh ini dari data yang kami pantau, permintaan mobil Suzuki naik 100 persen," kata 4W Marketing Director PT SIS Donny Ismi Saputra.

Donny mengatakan Suzuki memiliki dua model yang mendapatkan relaksasi PPnBM nol persen. Kedua model itu adalah Suzuki Ertiga dan Suzuki XL7. "Kami memperkirakan kenaikan penjualan untuk kedua model itu sekitar 20 persen, tetapi bisa saja terus berkembang," pungkasnya.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar