#ott#rektorunila#kpk

Rektor Unila Tersangka, Kemendikbud Segera Tunjuk Penggantinya

( kata)
Rektor Unila Tersangka, Kemendikbud Segera Tunjuk Penggantinya
Inspektur Investigasi Itjen Kemendikbud Lindung Saut Maruli Sirait. (Foto:Dok.FB)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- KPK RI resmi menetapkan empat tersangka dalam praktek suap penerimaan mahasiswa baru Unila tahun ajaran 2022 jalur mandiri.

Para tersangka yakni, Rektor Unila KRM, Warek I Bidang Akademik Unila H, Ketua Senat Unila MB, dan pihak swasta AD.

Terhadap status KRM dan H, Inspektur Investigasi Itjen Kemendikbud Lindung Saut Maruli Sirait menyatakan pihak Kemendikbud harus segera mengambil sikap dengan menunjuk pengganti, agar roda organisasi kampus tetap berjalan.

Berita Terkait: KPK Tetapkan Rektor Unila Tersangka Kasus Suap Penerimaan Calon Mahasiswa Baru Jalur Mandiri

"Karena tidak boleh ada kekosongan pimpinan, nanti Kebijakan Mas Menteri (Nadiem) akan segera ditunjuk," ujarnya saat dihubungi Lampost.co, Minggu, 21 Agustus 2022.

Tentunya kekosongan jabatan tertinggi di Kampus Hijau tersebut harus diisi, berdasarkan Permenristekdikti No 21 Tahun 2018, tentang Perubahan atas Permenristekdikti nomor 19 tahun 2017, Tentang Pengangakatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi.

Dalam pasal 15  ayat (1) huruf G Permen tersebut, pemimpin PTN diberhentikan karena dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.

"Pemberhentian Pemimpin PTN sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilakukan oleh Menteri," bunyi pasal 15 ayat (3) permen, dilihat Lampost.co.

Kemudian, dalam pasal 16 ayat (1) disebutkan, dalam hal terjadi pemberhentian Pemimpin PTN sebelum
masa jabatannya berakhir, Menteri dapat menetapkan salah satu pembantu/wakil Pemimpin PTN sebagai  Pemimpin PTN.

"Pemimpin PTN sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  menyelenggarakan pemilihan Pemimpin PTN baru paling
lambat 1 (satu) tahun setelah Pemimpin PTN dilantik," bunyi pasal 16 ayat (2).

Saat ini Kemenristekdikti dilebur dan berada di bawah naungaun Kemendikbud.

Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar