#hukum#unila#ypubila

Rektor Unila Klarifikasi Aset dan Gratifikasi yang Disampaikan Kuasa Hukum YP SMA Unila

( kata)
Rektor Unila Klarifikasi Aset dan Gratifikasi yang Disampaikan Kuasa Hukum YP SMA Unila
Foto .Dok. Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Rektor Universitas Lampung membantah menerima gaji (gratifikasi) seperti yang dinyatakan penasihat hukum YP SMA Unila, D Angga Refanannda dan Indah Meilan. Bantahan tersebut disampaikan pesaihat hukum rektor Unila, Sukarmin.

"Perlu kami jelaskan, gratifikasi dapat diinterpretasikan sebagai bentuk menerima hadiah oleh ASN atau penyelenggara negara yang diketahui atau patut diduga hadiah tersebut diberikan akibat telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya," katanya melalui hak jawabnya yang dikirim ke Lampost.co, Kamis, 1 Oktober 2020.

Atas hal tersebut, kata dia, tindakan seperti apa atau peristiwa yang bagaimana sehingga menyebabkan muncul justifikasi rektor Unila menerima gratifikasi. "Kami sampaikan, terkait opini publik tersebut saat ini sedang dilakukan pengkajian, apakah hal tersebut terdapat unsur hukum terkait pencemaran nama baik atau tidak. Apabila ditemukan unsur hukum pencemaran nama baik, patut kiranya rektor Unila melakukan upaya hukum atas hal tersebut," katanya.

Dia mengatakan hubungan antara Universitas Lampung dan Yayasan Pembina Universitas Lampung. Hal tersebut dapat dijelaskan melalui sejarah terbentuknya yayasan.

"Unila memiliki bidang tanah dan bangunan pemberian Pemerintah Provinsi Lampung berdasarkan naskah serah terima kompleks bekas sekolah asing No.G/64/V/TU/1972, yang kemudian atas aset tersebut dijadikan sebagai laboratorium FKIP Unila," katanya.

Seiring berjalannya waktu, laboratorium tersebut dipindahkan ke kampus Unila di Gedongmeneng sehingga bidang tanah dan bangunan yang sebelumnya menjadi laboratorium dimaksud menjadi tidak terurus dan tidak digunakan. 

Meskipun demikian, kata Sukarmin, bidang tanah dan bangunan tersebut masih tetap dalam kepemilikan Unila yang merupakan aset milik negara. Karena tidak terurusnya serta tidak dipergunakannya aset unila tersebut, sekitar 1974 pimpinan Unila pada saat itu melihat potensi agar dapat dipergunakannya aset tersebut untuk kepentingan Unila serta kepentingan umum. 

Untuk itu, pimpinan Unila yang diprakarsai rektor Unila pada saat itu berencana memanfaatkan aset tersebut dengan menjadikannya sekolah. Namun, karena tidak dimungkinkannya pengelolaan atas sekolah dimaksud dalam naungan Unila secara langsung, atas pandangan pimpinan Unila beserta beberapa dosen pada saat itu, diambil langkah untuk membentuk yayasan sebagai pengelola sekolah yang akan didirikan.

Berita terkait: Sertifikat YP Unila Berujung Pidana

Pada 1974 atas inisiasi pimpinan Unila pada masa itu dibentuklah Yayasan Pembina Universitas Lampung berdasarkan Akta Nomor: 65 tanggal 26 Februari 1974 yang dibuat Notaris Halim Kurniawan.

Dalam pendirian yayasan tersebut, pimpinan Unila beserta dosen-dosennya pada masa itu menjadi pengurus yayasan, yang kemudian secara bertahap mulai melakukan pendirian unit kegiatan yayasan berupa SMA YP Unila. Pada 1981, terbentuklah SMA YP Unila yang kemudian berjalan hingga saat ini.

Atas hal tersebut, hubungan antara Unila dan YP Unila merupakan hubungan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya karena dalam sejarahnya memiliki keterkaitan. 

"Bahwa perlu kami pertegas, modal awal YP Unila merupakan modal atau aset milik Unila, para pendiri, pembina, pengurusan, dan pengelolaan YP Unila dilakukan orang-orang yang berstatus PNS Unila, serta jelas nyatanya melekat nama Unila pada yayasan dimaksud. Sehingga menjadi ironi ketika saat ini pihak-pihak dalam YP Unila mengajukan gugatan kepada Unila," ujarnya.

"Perlu kami sampaikan, pihak-pihak yang menggugat Unila pada saat ini telah bertahun-tahun mengelola yayasan dan tidak pernah digantikan oleh atau dengan siapa pun," katanya.

Justru, kata Sukarmin, ketua pembina YP Unila ex-officio rektor Unila saat ini dalam wewenangnya berdasarkan anggaran dasar YP Unila akan membenahi pengelolaan YP Unila dikarenakan muncul isu-isu yang berasal dari pihak luar maupun pihak dalam Unila yang mengatakan terdapat kelompok-kelompok tertentu yang ingin menguasai YP Unila demi keuntungan golongannya sendiri.

Kemudian, ketika rektor Unila akan berupaya melakukan pembenahan, justru yang timbul pada saat ini menggambarkan pengurus yayasan merasa cemas sehingga atas kecemasan tersebut timbullah gugatan kepada rektor Unila sebagaimana merupakan ketua pembina YP Unila.

Dalam hal ini, pengurus yayasan mengajukan gugatan terhadap ketua pembinanya. Oleh karena gugatan telah masuk ranah hukum, katanya, dalil-dalil dan pembuktian yang dimiliki akan disampaikan pada proses persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang Kelas 1A dalam perkara dimaksud.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar