#ramadan

Rektor UIN RIL: Puasa Tak Hanya Ibadah Individual, Tapi Sosial

( kata)
Rektor UIN RIL: Puasa Tak Hanya Ibadah Individual, Tapi Sosial
Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof Wan Jamaluddin. Lampost.co/Umar


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Banyak orang memaknai ibadah puasa sebagai ritual individu. Padahal ibadah di bulan ramadan itu tidak hanya berhenti pada pengendalian diri secara individu.

Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof Wan Jamaluddin, menjelaskan puasa menjadi proses menempa diri untuk menumbuhkan kesalehan dengan menata emosi dan sikap dengan baik.

Namun, prosesnya tidak berhenti disitu. Puasa juga harus bisa melahirkan kesalehan sosial. Sehingga, setiap orang bisa menjadi bermanfaat antarsesama.

"Bulan Ramadan waktu yang tepat untuk bisa menumbuhkan kesadaran sosial yang kolektif dan masif," ujar Jamal, Selasa, 5 April 2022.

Ia menuturkan, situasi politik ekonomi saat ini menimbulkan dampak yang cukup terasa di masyarakat. Untuk itu, Ramadan harus bisa dimanfaatkan sebagai bulan berempati, bersimpati, dan bersolidaritas membangun kekuatan bersama.

"Di tengah kesulitan yang terjadi, esensial puasa menjadi sangat relevan dan kontekstual untuk menumbuhkan kesadaran sosial," ujarnya.

Kemudian, sabar dalam puasa juga jangan dimaknai sebagai pembatasan nalar kritis. Kesabaran menjadi sebuah ketekunan dalam melakukan sesuatu secara kritis dan solutif. "Sabar bukan berarti pasrah, tetapi tetap bisa dan mampu menyampaikan pandangan yang korektif sekaligus solusi dalam menghadapi fenomena sosial," jelasnya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar