#beritalampung#beritabandarlampung#unila

Rektor Perempuan Diharapkan Mampu Menghapus Rantai Kekerasan Terhadap Perempuan

( kata)
Rektor Perempuan Diharapkan Mampu Menghapus Rantai Kekerasan Terhadap Perempuan
Rektor Unila terpilih periode 2023-2027 Prof. Lusmeilia Afriani. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (Lampost.co): Ketua Badan Eksekutif Solidaritas Perempuan Sebay Lampung Armayanti Sanusi menyampaikan selamat atas terpilihnya Prof. Lusmeilia Afriani sebagai rektor perempuan Universitas Lampung (Unila) periode 2023-2027.

Hal ini menurutnya adalah kabar baik, karena Unila memberikan ruang bagi perempuan untuk bisa memimpin.

"Selama ini perempuan hampir tidak diberikan ruang ada di ranah strategis yang disebabkan oleh sistem patriarki," katanya, Rabu, 28 Desember 2022.

Arma menjelaskan jika ruang strategis tersebut banyak didominasi oleh laki-laki diberbagai aspek, termasuk pada ranah politik, sehingga peran dan kapasitas perempuan tidak diakui.

"Terpilihnya Prof Lusi preseden baik bagi kepemimpinan perempuan, tetapi yang lebih penting dibutuhkan oleh Unila hari ini adalah pemimpin yang memiliki persepektif dan langkah-langkah penyelesaian komprehensif untuk membangun tata kelola insitusi pendidikan yang akuntabel transparansi, dan bebas dari kekerasan," ujarnya.

Bagi Arma, kehadiran rektor perempuan diharapkan menjadi ruang aman bagi perempuan untuk implementasi satgas antikekerasan perempuan dan anak di lingkungan Unila.

"Yang paling penting adalah implementasi dari satgas itu sendiri. Termasuk membenahi kebijakan Unila untuk memutus rantai kekerasan di ruang lingkup pendidikan," katanya.

Sementara itu, Rektor Unila definitif periode 2023-2027, Prof. Lusmeilia Afriani mengatakan ke depan ia akan membuat pusat penelitian wanita dan anak guna menampung aspirasi kegiatan tentang wanita dan anak.

"Bahkan ada satgas untuk melindungi wanita dan anak. Kami akan bersama-sama melakukan program kerja sebagai be strong," pungkasnya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar