#UIN

Rektor Baru, Harapan Baru UIN Lampung

( kata)
Rektor Baru, Harapan Baru UIN Lampung
Kampus UIN Raden Intan Lampung. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Purna sudah Prof Mukri sebagai Rektor UIN Raden Intan Lampung (RIL) selama empat periode, yakni dari 2010-2022. Saat ini UIN Lampung dinahkodai oleh Prof Wan Jamaluddin.

Pada masa kepemimpinan Mukri, UIN RIL memperoleh penghargaan atas prestasi sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN ) Badan Layanan Umum (BLU) dengan Pengelolaan Keuangan Terbaik Kedua di lingkungan Kementerian Agama untuk Tahun Anggaran 2016-2017. Anugerah penghargaan ini merupakan capaian dari kinerja BLU UIN Raden Intan Lampung dari aspek manajemen keuangan.

Berdasarkan data yang dihimpun Lampost, jumlah mahasiswa sarjana dan pascasarjana pada 2021 berjumlah 31.220 mahasiswa, dengan rincian 29.960 sarjana dan 1.260 pascasarjana.

Selain itu di tahun 2021 juga jumlah dosen UIN RIL berjumlah 575, tenaga pendidik berjumlah 288. Guru besar UIN RIL pada tahun 2021 berjumlah 23 kemudian doktor berjumlah 131. Lalu juga dari data tersebut jumlah program studi terakreditasi A berjumlah 15, cukup baik dibanding pada 2010 hanya 2.

Rektor baru UIN RIL Prof. Wan Jamaluddin mengatakan jika tahun 2022 ini guru besar akan ditambah. Menurutnya dalam waktu dekat ini akan bertambah satu guru besar.

“Menurut saya dalam guru besar kita ya harus ditambah minimal tahun ini, mudah mudahan bisa bertambah lagi tiga orang,” katanya.

Penambahan guru besar ini menuru Wan Jamal sebagai tantangan untuk meningkatkan capacity building guru besar dan para doctor, dan SDM yang ada di UIN RIL.

“Visi kita kan 2035 menjadi rujukan internasional, nah itu salah satu pondasi yang merupakan tahapan-tahapan harus disiapkan,” katanya

Penambahan sarana dan prasarana menjadi program yang sudah direncanakan tahun sebelumnya akan dilanjutkan oleh Wan Jamal, seperti pembangunan gedung fakultas baru saintek dan psikologi. Menurutnya pertengahan tahun 2022 gedung fakultas baru ini sudah rampung.

“Sehingga tahun ajaran baru sudah bisa ditempati oleh fakultas-fakultas baru,” jelasnya.

Kemudian berdasarkan pemeringkatan Webometric, tahun 2022 UIN RIL menempati posisi ranking 1 PTKIN terbaik di Sumatera, ranking 3 PTKIN terbaik di Indonesia, ranking 9 terbaik di Indonesia berdasarkan impact ranking.

Mantan Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama mengatakan, pemeringkatan ini menunjukan ada progress yang baik untuk UIN RIL dari tahun ke tahun.

“Mengingat ranking di pemeringkatan Webometricks ya kan itu menggambarkan adanya progres ke arah itu (maju),” terangnya.

Hingga tahun 2021 UIN RIL memiliki 2021 jurnal ilmiah yang telah ber-ISSN. Jurnal-jurnal tersebut tersebar pada fakultas, lembaga penelitian dan pengabdian, program pascasarjana, jurusan serta program studi. Jurnal tersebut sudah terakreditasi SINTA 2.

Wan Jamal mengatakan dalam masa kepemimpinanya upaya untuk menambahkan jurnal terlebih terindeks scopus sedang diusahakan tahun ini.

“Sekarang ada satu--dua jurnal sedang diupayakan untuk bisa terindex scopus ya. Jadi menurut saya itu sudah target yang cukup baik, mudah mudahan tahun ini bisa terindeks,” katanya, Rabu, 16 Februari 2022.

Ia mengatakan jika dua terindeks scopus itu sudah realistis, karena PTKIN itu memiliki jurnal lebih dari 2 terindeks scopus  itu sangat jarang.

“Saya tidak ingin terlalu muluk ya kalau melambung tinggi malah utopis nanti. Kita realistis saja apa capaian-capaiannya. Namun, ada progres yang jelas terukur,” jelasnya.

Ia berharap para pendaftar calon wakil rektor terutama yang akan membantunya harus sadar akan satu visi yang sama ke depannya.

“Secara visioner kita harus ikuti bahwa ke depan kompetensi akademik itu menjadi harus menjadi prioritas,” jelasnya.

Karena kompetensi akademik salah satu tahapan menuju 2035 menjadi rujukan internasional, hal itu menurutunya pernah disampaikan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) RI.

“Orientasi akademik dan prestasinya kita akan ke arah sana, tentu tidak melupakan pengembangan kelembagaan secara keseluruhan,” pungkasnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar